Duka di Musim Haji: Jemaah Asal Kulon Progo Berpulang karena Gangguan Kesehatan
·waktu baca 2 menit

Seorang jemaah haji asal Kabupaten Kulon Progo, DIY, Ngadikin Harjawiyono (56 tahun), meninggal dunia di Tanah Suci, pada Jumat (8/5) pukul 03.00 waktu setempat.
Ngadikin diduga mengalami serangan jantung akibat kelelahan.
"Memang mungkin karena faktor kelelahan, terlalu lelah beribadah mungkin. Jadi ya itu kemarin sore itu ada dua hari berturut-turut ikut city tour, terus ke Masjidil Haram untuk umrah sunah," kata Kasi Pembinaan Layanan Haji dan Umrah, Kantor Kemenhaj Kulon Progo, Kholistin Arifiyani, kepada wartawan, Jumat (8/5).
Lanjut Kholistin, serangan jantung ini telah dikonfirmasi dokter. Selama ini Ngadikin memang punya riwayat sakit jantung.
Sepulang umrah, Ngadikin mengeluh dadanya sesak. Tenaga kesehatan sempat memberikan tindakan hingga merujuk ke Rumah Sakit An-Nur Mekkah.
"Enggak lama, terus meninggal," katanya.
Kholistin mengatakan, petugas medis telah memperingatkan Ngadikin tidak memforsir tenaga untuk beribadah karena ibadah inti haji masih 10 Zulhijah atau 27 Mei.
"Tapi ya namanya euforia baru sampai di sana kan, ikut yang muda-muda setiap hari ibadah ke Masjidil Haram, ikut city tour, terus setiap hari ikut umrah, ambil niat untuk umrah sunah, itu kan melelahkan kalau untuk orang tua," katanya.
Ngadikin mengantre haji selama 14 tahun. Ngadikin sangat bahagia ketika melihat Masjidil Haram. Dia merasa kuat untuk terus menerus beribadah.
Jenazah Ngadikin akan dimakamkan di Tanah Suci.
"Dimakamkan di sana kalau untuk jemaah haji yang wafat di Mekkah kan langsung dikuburkan, disalatkan di Masjidil Haram, terus dikuburkan di sana," katanya.
Sementara, istri Ngadikin akan terus melanjutkan ibadah haji. Ngadikin meninggalkan seorang istri dan dua anak.
