kumparan
11 Sep 2019 20:44 WIB

Duka ITB Atas Wafatnya Habibie: Memajukan Teknologi Bagi Kesejahteraan

Presiden ke-3 Republik Indonesia B.J. Habibie melihat hasil foto di kamera digitalnya saat menghadiri Peringatan HUT ke-61 Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Kamis (9/8). Foto: ANTARA FOTO/Retmon
Presiden RI ke-3 BJ Habibie menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Habibie wafat di usia 83 tahun.
ADVERTISEMENT
Habibie merupakan alumnus Fakultas Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1954. Kabar wafatnya Habibie membuat sejumlah civitas akademik ITB berduka. Rektor ITB Kadarsyah Suryadi mengucapkan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Habibie.
"Rektor dan segenap civitas akademika ITB menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak BJ Habibie," kata Kadarsyah melalui keterangan resmi yang diterima kumparan, Rabu (11/9).
Mantan presiden Indonesia B.J. Habibie melambai kepada wartawan tak lama setelah diinterogasi oleh jaksa penuntut di Jakarta, 26 Februari 2002. Foto: AFP/ADEK BERRY
Kadarsah berharap Habibie mendapat tempat mulia di sisi Allah Swt. Selain itu, dia berharap semangat yang dimiliki Habibie dapat diwariskan demi memajukan ilmu pengetahuan bagi kesejahteraan Indonesia.
"Semoga Almarhum mendapat tempat mulia di sisi-Nya dan semoga semangat yang diwariskan almarhum mengilhami kita semua untuk terus memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraan Bangsa Indonesia. Amin YRA," ujar dia.
ADVERTISEMENT
Semasa kuliah di ITB, Habibie adalah mahasiswa yang dikenal pintar. Selepas kuliah di ITB, Habibie melanjutkan kuliah spesialisasi konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen, Jerman.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan