Duka Iwan Muliyadi yang Lumpuh karena Ditembak Oknum Polisi di Sumbar

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Iwan Muliyadi korban salah tembak alami kelumpuhan (Foto: Dok. PBHI Sumbar)
zoom-in-whitePerbesar
Iwan Muliyadi korban salah tembak alami kelumpuhan (Foto: Dok. PBHI Sumbar)

Iwan Muliyadi, warga Pasaman Barat, Sumbar, ini hanya bisa berbaring di tempat tidur. Sejak 2006 lalu, dia tak bisa lagi ke ladang. Pria berusia 28 tahun ini mengalami lumpuh permanen. Penyebabnya karena tembakan peluru seorang oknum polisi yang marah.

Menurut kuasa hukum Iwan, Wengki Purwanto, yang juga Ketua PBHI Sumbar, pada 2006 lalu, seorang polisi dari Polsek Kinali menghampiri Iwan di ladang. Oknum polisi itu menuding Iwan merusak pekarangan tetangganya yang juga kerabat polisi itu.

Entah bagaimana, Iwan yang saat itu masih bocah SMP ditembak. Setelah insiden penembakan itu, Iwan mengalami lumpuh.

Kasus penembakan Iwan ini bergulir ke pengadilan. Pada 2011 dia menggugat perdata Polri sebagai lembaga, dan pengadilan memenangkannya. Iwan sesuai putusan pengadilan berhak atas uang Rp 300 juta. Tapi hingga 2018, uang yang diperintahkan pengadilan untuk dibayarkan Polri tak kunjung diterima Iwan.

Pada 2015 lalu, Iwan sempat menulis surat ke Presiden Jokowi tapi tak ada respons.

"Iwan, sekarang tinggal bersama ayahnya di Kinali Pasaman Barat, sehari-hari, di atas kasur atau kursi roda. Ayahnya, bekerja sebagai buruh serabutan, seperti menjemur jagung tetangga, buruh angkut sawit, dan lain-lain, tergantung kebutuhan jasa orang kampung. Selama ayahnya bekerja, Iwan ditinggal di rumah," terang Wengki saat berbincang dengan kumparan, Selasa (23/10).

Iwan sebenarnya sejak dahulu ingin membuka warung jajanan dan warung pulsa dengan uang yang didapat dari gugatan itu. Tetapi apa yang ditunggu dan diharapkan tak kunjung datang.

Dan menurut Wengki, karena kesulitan uang ini, bahkan bukan hanya mimpi mempunyai warung yang pupus, untuk berobat saja tidak ada.

Iwan Muliyadi korban salah tembak alami kelumpuhan (Foto: Dok. PBHI Sumbar)
zoom-in-whitePerbesar
Iwan Muliyadi korban salah tembak alami kelumpuhan (Foto: Dok. PBHI Sumbar)

"Tubuhnya dari pinggang ke bawah lumpuh, mati rasa. Bahkan, kalau buang air, Iwan hanya tahu, kalau sudah basah atau bau. Jika ada uang lebih, sekali-kali, Iwan pakai pampers untuk orang dewasa," urai dia.

Sekian tahun berlalu, soal ganti rugi Iwan ini ada titik terang. kumparan mengonfirmasi kasus Iwan ke Mabes Polri.

Menurut Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, uang pengganti untuk Iwan sedang dalam proses.

"Polda Sumbar akan membayar ganti rugi sesuai putusan MA sebesar Rp 300 juta. Proses pencairan sudah diurus administrasinya oleh Biro Srena Polda," tegas Dedi.

Polri memastikan Iwan akan mendapat haknya. Keputusan kepolisian ini pun lantas disambut gembira Iwan dan kuasa hukumnya.

"Alhamdulillah, amin," tegas Wengki.

Surat Iwan muliyadi untuk Presiden Jokowi. (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Surat Iwan muliyadi untuk Presiden Jokowi. (Foto: Dok. Istimewa)