Duka Kebakaran Trans Home di Sleman

Kebakaran melanda toko bangunan dan elektronik Trans Home di Jalan Yogya-Solo Km 11, Kabupaten Sleman, pada Kamis (1/10).
Wiji, salah seorang warga sekitar, mengatakan melihat kepulan asap dari bangunan tersebut sekitar pukul 13.10 WIB.
"Terus menghubungi pemadam," kata Wiji di lokasi.
Wiji mengatakan asap muncul dari bagian belakang toko. Api kemudian menjalar ke bagian depan.
Menurut informasi yang diterima Wiji, bagian belakang toko merupakan gudang plastik.
"Katanya plastik-plastik. Itu jadi cepat menjalarnya itu (apinya)," katanya.
Sembari menunggu petugas pemadam kebakaran (damkar) tiba, warga kemudian mengevakuasi delapan sepeda motor dan dua mobil yang berada di halaman depan toko.
"Sama dua mobil kita dorong keluar, motor ada sekitar tujuh atau delapan ya di sini," katanya.
Sementara itu, menurut Wiji, seluruh barang yang ada di dalam toko terbakar.
"Yang ada di dalam semua terbakar," ujarnya.
Jalan Ditutup
Jalan Yogya-Solo dari arah Solo menuju Yogyakarta ditutup sementara imbas kebakaran tersebut.
"Yang kami berlakukan sekarang kita negatifkan yang dari arah timur ke barat. Kita sekat di Simpang Tiga Prambanan. Semua yang di Simpang Tiga Prambanan kami alihkan ke Jalan Piyungan," kata Kasat Lantas Polresta Sleman AKP Arfita Dewi.
Sementara itu, arus lalu lintas dari arah timur sudah dikurangi volumenya dari Simpang Tiga Maguwoharjo.
Dua Pegawai Tewas
Dua pegawai perempuan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Sekitar 100 sepeda motor karyawan juga turut hangus terbakar.
Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho membenarkan dua korban merupakan karyawan Trans Home.
"Untuk korban dua. Sementara dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diidentifikasi," kata Heri di lokasi.
"Nggih (karyawan)," imbuhnya.
Di lokasi yang sama, Koordinator Unit Siaga Kantor SAR Sleman, Dhedi Prasetya, mengatakan kedua korban ditemukan di lantai tiga dalam lokasi yang berdekatan, tepatnya di samping tangga.
"Di lantai 3. Berdekatan. Di samping tangga," kata Dhedi kepada wartawan di lokasi.
Dhedi mengatakan jenazah kedua korban saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi. Berdasarkan informasi awal, kedua korban merupakan perempuan berinisial W dan S.
"Untuk tersebut (jenis kelamin) nanti kita masih proses identifikasi. Tapi dari info awal tadi yaitu korban atas nama Ibu W dan Ibu S, perempuan," katanya.
Dhedi mengatakan proses pencarian dan evakuasi korban baru dilakukan setelah petugas memastikan kondisi di dalam bangunan benar-benar aman.
"Proses evakuasi berjalan kurang lebih untuk korban yang pertama yaitu sekitar 8 menit, untuk korban yang kedua 7 menit. Jadi total proses evakuasi selama 15 menit," katanya.
Menurut Dhedi, petugas menghadapi kondisi medan yang sempit dan asap pekat. Selain itu, terdapat banyak bahan kimia dari cat sehingga petugas perlu menggunakan perlengkapan khusus.
"Untuk proses evakuasi, proses evakuasi kita gunakan SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) untuk bantuan napas karena tidak mungkin kita akan hirup udara langsung yang di dalam," katanya.
Petugas juga membawa peralatan khusus untuk membuka pintu-pintu yang berada di dalam gedung.
