Duka Trump atas Kematian Charlie Kirk: Momen Gelap bagi Amerika

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump menyampaikan paparan saat pertemuan tentang kebebasan beragama dalam pendidikan di Museum Alkitab, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (8/9/2025). Foto: Saul Loeb/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump menyampaikan paparan saat pertemuan tentang kebebasan beragama dalam pendidikan di Museum Alkitab, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (8/9/2025). Foto: Saul Loeb/AFP

Duka mendalam dirasakan Presiden Donald Trump usai influencer sayap kanan Charlie Kirk ditembak mati di Utah, Rabu (10/9). Trump memerintahkan bendera setengah tiang dikibarkan demi menghormati Kirk.

Semasa hidup Kirk adalah orang dekat Trump. Bahkan Trump sampai menyempatkan diri mengheningkan cipta di Gedung Putih sesaat setelah mendengar kabar duka soal Kirk.

Bendera AS di atas Gedung Putih diturunkan setengah tiang setelah aktivis sayap kanan AS, komentator Charlie Kirk, sekutu Presiden AS Donald Trump, tertembak dalam acara Universitas Utah Valley, di Orem, Utah, AS, Rabu (10/9/2025). Foto: Daniel Becerril/Reuters

“Ini momen gelap bagi Amerika,” kata Trump seperti dikutip dari AFP.

Tanpa ragu Trump menyematkan julukan martir kebenaran bagi Kirk, yang komentar-komentarnya kerap mengundang pro-kontra.

“Pemerintahan saya akan menemukan setiap orang yang berkontribusi pada kekejaman ini, dan kekerasan politik lainnya, termasuk organisasi yang mendanai dan mendukungnya,” tegas Trump.

Trump lalu menyalahkan orang-orang disebutnya sebagai kiri radikal yang gila penyebab Kirk ditembak mati saat sedang debat di Utah. Sebutan itu biasanya dialamatkan Trump kepada rival politiknya.

Sebuah tenda bertuliskan slogan The American Comeback ditutup setelah aktivis sayap kanan AS sekaligus komentator Charlie Kirk, sekutu Presiden AS Donald Trump, tewas tertembak dalam acara Universitas Utah Valley, di Orem, Utah, AS, Rabu (10/9/2025). Foto: Jim Urquhart/REUTERS

“Selama bertahun-tahun, mereka yang berhaluan kiri radikal telah membandingkan orang Amerika yang hebat seperti Charlie dengan Nazi dan pembunuh massal serta penjahat terburuk di dunia," kata Trump.

"Retorika semacam ini secara langsung bertanggung jawab atas terorisme yang kita saksikan di negara kita saat ini, dan harus dihentikan sekarang juga,” sambung dia.

Jasa

Aktivis dan komentator sayap kanan AS Charlie Kirk melemparkan topi ke arah kerumunan sesaat sebelum ia ditembak di Orem, Utah, AS, Rabu (10/9/2025). Foto: Trent Nelson/The Salt Lake Tribune via REUTERS

Kirk dikenal karena kerap debat terbuka soal agama dan kebijakan sayap kanan. Ketika menang pemilu Trump melontarkan pujian terhadap Kirk.

Pujian itu datang bukan tanpa alasan. Kirk adalah pendiri kelompok muda konservatif terbesar di AS, Turning Point USA.

Lewat organisasi itu, Kirk berhasil mengumpulkan suara anak muda untuk memenangkan Trump pada pemilu November 2024 lalu.

Setelah berkuasa, Kirk masuk ke kelompok influencer konservatif pro-Trump, yang bertujuan menyebarkan nilai-nilai dan agenda sang Presiden.

Kirk pun acap kali menggelar debat terbuka di berbagai kampus. Ia tak ragu menjawab pertanyaan soal agama, kebijakan anti-aborsi, imigrasi sampai konflik Israel-Palestina. Dirinya juga mengkritik media arus utama.