Dukuh Atas Akan Jadi Pusat TOD di Jakarta, Dongkrak Harga Sewa Gedung?

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konsep TOD di Dukuh Atas (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Konsep TOD di Dukuh Atas (Foto: Dok. Istimewa)

Kawasan Dukuh Atas akan menjadi pusat Transit Oriented Development (TOD) terbesar di Jakarta. Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah membuat desain kawasan Dukuh Atas di masa depan.

Kawasan Dukuh Atas nantinya akan terkoneksi dengan 5 moda transportasi yaitu Kereta Commuter Line Jabodetabek, Bus TransJakarta, Kereta Bandara, LRT (Light Rapid Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit). Tidak hanya itu, Dukuh Atas juga bakal terintegrasi dengan pusat perkantoran, hotel, convenience store, fashion, ATM, food & beverage hingga tempat tinggal murah.

Meski memiliki berbagai keunggulan, namun menurut pengamat properti dari Rumah123, Ignatius Untung berpendapat, adanya status pusat TOD terbesar di Jakarta tidak akan memiliki dampak signifikan pada harga sewa lantai gedung perkantoran di Dukuh Atas.

“Tidak, kalau untuk sewa lantai gedung untuk kantor tidak naik dengan adanya TOD Dukuh Atas,” jelas Untung kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (2/12).

Trotoar di area perkantoran Sudirman-Thamrin. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Trotoar di area perkantoran Sudirman-Thamrin. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Dia memaparkan, harga sewa lantai gedung untuk kantor bisnis dipengaruhi oleh dua hal, yakni seberapa besar daya tarik masyarakat ke sana, kedua dari sisi suplai atau ketersediaan. Saat ini, menurutnya jumlah ketersediaan lebih banyak ketimbang permintaan.

“Memang daya tariknya naik, tapi di lain sisi ketersediaan lantai gedung untuk kantor bisnis lagi overstock di sekitar calon TOD itu. Susah untuk harga naik,” ucapnya.

Bahkan, menurut Untung, saat ini harga sewa lantai gedung untuk kantor bisnis atau sejenisnya cenderung gampang turun.

“Pemilik bisnis lagi enak sekarang. Pilihannya banyak, harga sewa lantai gedung bisa ditawar. Tahun lalu misalnya harga sewa dipatok Rp 250.000/meter/bulan, kita gertak sedikit kalau enggak mau ya sudah, harganya bisa turun Rp 230.000. Jadi tidak berimbas walaupun ada TOD ini,” ujar Untung.