Dukungan Penuh Keluarga Jokowi untuk Gibran

Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, membuat gebrakan dengan maju sebagai bakal cawapres Prabowo Subianto dan melawan paslon yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, di Pilpres 2024 nanti. Langkah Gibran itu didukung oleh keluarga besarnya yang "diboyong" dari banteng merah.
Kepindahan keluarga Jokowi ini sempat membuat PDIP sedih. Apalagi selama ini PDIP merasa sudah memberikan banyak keistimewaan kepada Jokowi dan keluarga, tapi malah ditinggal.
“Kami begitu mencintai dan memberikan privilege yang begitu besar kepada Presiden Jokowi dan keluarga, namun kami ditinggalkan karena masih ada permintaan lain yang berpotensi melanggar pranatan kebaikan dan Konstitusi. Pada awalnya kami hanya berdoa agar hal tersebut tidak terjadi, namun ternyata itu benar-benar terjadi,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, akhir Oktober lalu.
Restu Jokowi dan Iriana
Meski tak secara gamblang memberikan dukungannya untuk Gibran, Jokowi menyebut sebagai orang tua ia hanya bisa mendoakan dan merestui langkah anaknya. Ia juga menyebut, Gibran sudah dewasa dan bisa memilih keputusannya sendiri.
"Ya orang tuanya hanya tugasnya mendoakan dan merestui. Keputusan semua sudah dewasa, jangan terlalu mencampuri urusan yang sudah diputuskan oleh anak-anak kita," ujar Jokowi usai menghadiri acara Apel Hari Santri Nasional 2023 di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (22/10).
"Orang tua itu hanya mendoakan dan merestui," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga sempat ditanya soal kecocokan antara Prabowo berduet dengan Gibran. Menurutnya, semua pasangan cocok.
"Semuanya cocok. Pak Anies dengan Muhaimin cocok, Pak Ganjar dengan Pak Mahfud cocok, Pak Prabowo juga cocok," kata Jokowi.
Sementara itu, ibu Gibran, Iriana, saat ditanya hal serupa, ia hanya mengacungkan jempolnya sambil tersenyum. Bahkan, saat kembali ditanya ketika mengunjungi SDN Pakis III Surabaya, Iriana mengacungkan jempolnya lagi sambil sedikit berjoget.
"Bu, Mas Gibran gimana, Bu?" kejar wartawan.
Sebagai jawabnya, Iriana mengacungkan jempol kanan dan sedikit berjoget. Lalu Iriana masuk ke mobil yang sudah disiapkan di depan SD tersebut.
Diusung Adik Sendiri
Putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, juga ikut membuat manuver politik untuk mendukung kakaknya. Pada 25 September lalu, hanya beberapa hari setelah mendaftarkan diri sebagai kader, Kaesang dilantik menjadi ketua umum PSI.
Pemilihan Kaesang sebagai ketua umum ini menuai sorotan. Selain karena usia keanggotaannya yang baru seumur jagung, ia juga menjadi anggota keluarga inti Jokowi yang pertama "keluar" dari garis merah.
Meski sebenarnya Kaesang sebelumnya tak pernah bergabung dengan partai mana pun, namun ada aturan "satu keluarga, satu partai" di PDIP. Biasanya, jika kepala keluarganya merupakan kader PDIP, maka seluruh anggota keluarganya bakal ikut PDIP juga.
Sehari sebelum masa pendaftaran capres-cawapres berakhir, PSI mengumumkan dukungannya kepada Prabowo-Gibran. Kaesang juga memastikan, meski kakaknya gagal menjadi cawapres, PSI akan tetap memberikan dukungan kepada Prabowo.
Didukung Adik Ipar
Sebelum Gibran resmi mendaftarkan diri ke KPU, Wali Kota Medan sekaligus adik ipar Gibran, Bobby Nasution, sebenarnya sudah dipinang menjadi timses Ganjar-Mahfud. Saat itu, dengan yakin, ia menyebut bakal menyiapkan strategi pemenangan Ganjar-Mahfud di Medan.
Namun saat kakak iparnya itu akhirnya berhasil mendaftarkan diri, Bobby tiba-tiba ragu. Ia mengaku akan mendiskusikan lagi keputusannya menerima pinangan PDIP. Namun ia tak menyebut bakal berdiskusi dengan siapa.
Sampai akhirnya, pada Sabtu (4/11), Bobby secara resmi menyatakan dukungannya untuk Gibran. Ia juga menyatakan bakal segera melaporkan keputusan itu kepada PDIP.
Keputusan Bobby ini menuai kritik dari PDIP Sumut. Meski tak memecat Bobby, namun PDIP Sumut meminta Bobby tahu diri dan segera mengembalikan kartu tanda anggotanya.
“Sekarang dia mendukung capres dari yang bukan PDIP, yang mengusung dia waktu mencalonkan sebagai wali kota. Nah, tinggal kalau beliau kalau sudah berketetapan hati kepada Gerindra (yang mengusung Prabowo-Gibran), ya hanya saya minta dikembalikan KTA-nya,” kata Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon.
Paman di MK
Soal putusan MK soal syarat capres cawapres ini memang tengah menjadi sorotan.
Jika berdasarkan aturan, awalnya Gibran sebenarnya masih belum cukup umur untuk bisa maju di Pilpres 2024. Sebab salah satu syarat untuk menjadi capres-cawapres adalah berusia minimal 40 tahun.
Syarat tersebut kemudian digugat oleh sejumlah pihak. Dari seluruh gugatan, ada satu yang diterima dan membuat Mahkamah Konstitusi (MK) menambahkan frasa "kecuali pernah/sedang menjabat sebagai kepala daerah."
Namun putusan itu membuat Paman Gibran sekaligus Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, diadukan ke Majelis Kehormatan MK (MKMK).
Sejumlah pihak menengarai ada andil Anwar, conflict of interest. Sidang MKMK masih berlangsung dan akan putus pada 7 November.
