Dulu Penuh Sampah, Kini Gang Kartini XIII Dalam Jakpus Jadi Nyaman dan Estetik
·waktu baca 2 menit

Suasana mencekam dan kumuh dulu selalu menyelimuti salah satu sudut di RT 012 RW 01, Jalan Kartini XIII Dalam, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Tumpukan sampah, minimnya penerangan, hingga deretan motor yang parkir sembarangan menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihirup dan dilihat warga.
Namun, pemandangan suram itu kini tinggal kenangan. Melalui program penataan kawasan triwulan I yang diinisiasi oleh Kelurahan Kartini sejak Januari hingga akhir Maret lalu, gang yang tadinya terbengkalai, kini diperindah.
Tempat yang dulunya difungsikan sebagai parkir liar dan tempat pembuangan sampah kini disulap menjadi ruang publik yang rapi, terang, dan dipenuhi lukisan mural yang estetik.
Transformasi drastis ini membawa kelegaan luar biasa bagi warga setempat.
Ketua RT 012, Muhammad Siddiq (34), mengenang betapa memprihatinkannya kondisi wilayah tersebut di masa lalu. Kawasan itu tidak hanya kotor, tetapi juga sangat rawan kejahatan akibat minimnya pencahayaan.
"Dulu area ini banyak sampah, gelap juga, banyak motor sering parkir sembarangan di sini. Saking gelapnya, motor kakak saya juga pernah hilang," kenang Siddiq.
Keresahan yang sama juga dirasakan oleh Lia (31), warga setempat. Ia menuturkan kondisi gang yang kusam dan dipenuhi coretan tak pantas membuat lingkungan terasa tidak nyaman, bahkan menakutkan bagi anak-anak.
"Sebelum ditata, banyak gambar-gambar yang nggak senonoh, kusam juga kelihatannya. Gelap juga di sini, kalau malam anak-anak lewat suka takut," ungkap Lia menceritakan kondisi masa lalu.
Kini Nyaman, Estetik, dan Bikin Betah
Setelah proses beautifikasi rampung 100 persen, wajah Jalan Kartini XIII Dalam, berubah total. Dinding yang dulunya penuh coretan vandalisme kini dihiasi mural warna-warni yang memanjakan mata.
Area jalanan pun menjadi lega karena sudah bersih dari tumpukan sampah dan kendaraan yang parkir sembarangan.
Rasa aman dan tenteram kini kembali menyelimuti warga saat melewati lorong tersebut.
"Alhamdulillah enakan, nyaman, senang, jadi nggak takut lagi tuh anak-anak kalau balik (lewat gang)," tutur Lia dengan raut lega.
Perubahan positif ini juga disambut antusias oleh kalangan remaja. Fino (17) mengaku sangat mengapresiasi wajah baru tempat tinggalnya yang kini terasa jauh lebih modern dan hidup.
"Sekarang lumayan keren dikreasi kayak gini, bagus, banyak lukisan, udah nggak ada motor lagi. Setelah ditata ngerasa lebih nyaman aja, nggak banyak sampah, keren, gangnya jadi lebih asik," ujar Fino antusias.
Fino juga memiliki ide unik agar gang estetik ini bisa terus terjaga dan semakin hidup oleh aktivitas warga.
"Harapan saya sih pasang Wi-Fi, biar anak-anak nongkrong di sini, biar terpantau juga kebersihannya," usul Fino.
