kumparan
News6 Februari 2017 11:47

Dunia Rayakan Kelahiran Pramoedya

Konten Redaksi kumparan
Pramoedya Ananta Toer
Pramoedya Ananta Toer (Foto: Lontar Foundation/Wikimedia Commons)
Pramoedya Ananta Toer. Penulis legendaris itu lahir 92 tahun lalu, pada 6 Februari 1925. Ia lantas dikenal luas lewat salah satu karya fenomenalnya, Bumi Manusia --novel yang tak lekang waktu.
ADVERTISEMENT
Karya-karyanya mengalir deras. Semua sarat makna. Ia bahkan pernah diusulkan sebagai salah satu peraih Nobel Sastra.
Hari ini, dunia ikut merayakan kelahirannya, bukan cuma Indonesia.
Pram, sapaan Pramoedya, ialah sastrawan asal Blora, Jawa Tengah, yang menghabiskan nyaris sepanjang hidupnya untuk menulis. Rangkaian kata-katanya jujur dan mengalir.
Di hari lahirnya ini, lini masa media sosial seperti Twitter dan Facebook dipenuhi ucapan selamat dari para pengagumnya. Nama Pram sempat memuncaki trending topic di Twitter dengan puluhan ribu cuitan dikirim kepadanya.
Kebanyakan dari mereka mengungkapkan rasa bangga karena merasa memiliki seseorang yang begitu berjasa untuk Indonesia.
Google bahkan memberikan apresiasi khusus kepada Pram. Gambar Google Doodle hari ini berhias wajah Pram, dengan tuts-tuts mesin ketik sebagai latar belakang.
ADVERTISEMENT
Google Doodle adalah logo-logo Google yang dimodifikasi sedemikian rupa, dan ditampilkan saat ada peringatan atau event tertentu pada setiap negara.
Pramoedya Ananta Toer
Google peringati ulang tahun Pramoedya Ananta Toer (Foto: Dok. Google)
Pram telah menelurkan banyak karya yang dinikmati oleh jutaan manusia di Indonesia. Yang paling terkenal adalah Tetralogi Buru, yakni Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.
Tetralogi ini adalah karya yang ia buat selama masa pembuangan di Pulau Buru. Seri novel ini berkisah tentang Minke, yang pada dasarnya adalah kisah hidup seorang jurnalis pribumi Indonesia pertama, R.M. Tirto Adi Soerjo.
Karya-karya Pram hingga kini masih dibaca oleh masyarakat Indonesia, bahkan dunia.
Meski Pram telah tiada sejak tahun 2006, namun raganya seakan masih menempel di hati orang-orang yang membaca karyanya.
ADVERTISEMENT

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

- Pramoedya Ananta Toer

Selamat ulang tahun Pram!
Simak pula
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan