Duterte Ancam Penjarakan Warga Filipina yang Tak Mau Divaksin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Presiden Filipina Rodrigo Duterte Foto: AFP/Ted Aljibe
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Filipina Rodrigo Duterte Foto: AFP/Ted Aljibe

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memenjarakan warga yang tak mau disuntik vaksin COVID-19. Filipina adalah negara dengan jumlah kasus virus corona tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Krisis COVID-19 di Filipina semakin memprihatinkan usai ditemukannya varian delta. Varian corona asal India itu lebih menular dan mematikan dari yang sudah ada sebelumnya.

Karena menyebarnya varian tersebut, Duterte akhirnya bertindak keras. Ancaman penjara dilayangkan kepada warga yang menolak divaksin.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerima vaksin COVID-19 Sinopharm, di istana kepresidenan Malacanang di Manila, Filipina, Senin (3/5). Foto: Malacanang Presidential Photographers Division

"Kalian bisa pilih: divaksin atau kalian saya kirim ke penjara," kata Duterte seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Filipina telah memulai program vaksinasi massal sejak Maret 2021. Namun, jumlah warga yang divaksin masih begitu rendah.

Baru sekitar 1,95 persen dari 110 juta populasi di Filipina yang sudah disuntik vaksin COVID-19.

Duterte pun mengakui hal tersebut membuatnya frustrasi. Ia bahkan mengancam akan memberi warga suntikan vaksin yang ditujukan untuk babi.

Sekretaris Kesehatan Filipina Francisco Duque memberikan vaksin corona Sinovac kepada seorang petugas kesehatan di Lung Center of the Philippines, Quezon City, Metro Manila, Filipina. Foto: Eloisa Lopez/REUTERS

Dikenal dengan sikap dan perkataannya yang kontroversial Duterte pernah menyatakan tak mau divaksin. Namun, sikapnya itu tiba-tibaberubah kini Duterte sudah mendapat suntikan vaksin.

Belakangan ini Duterte lebih keras terhadap warga Filipina yang melanggar lockdown. Duterte mengancam akan menembak siapa saja warga yang melanggar lockdown.

Pernyataan Duterte ternyata bukan cuma gertakan. Beberapa warga yang melanggar lockdown ditembak oleh aparat Filipina.