news-card-video
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Duterte Yakin Tak Perlu Jawab Apa pun soal Kebijakan Perang Narkoba di ICC

24 Maret 2025 19:18 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Eks presiden Filipina Rodrigo Duterte mengikuti sedang pembacaan dakwaan lewat tayangan video streaming pada Jumat (14/3). Foto: Peter Dejong/AP Photo
zoom-in-whitePerbesar
Eks presiden Filipina Rodrigo Duterte mengikuti sedang pembacaan dakwaan lewat tayangan video streaming pada Jumat (14/3). Foto: Peter Dejong/AP Photo
ADVERTISEMENT
Mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte yakin tidak ada kasus yang perlu dijawab di Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Putri Duterte sekaligus Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, yakin ayahnya memiliki argumen hukum yang kuat.
ADVERTISEMENT
Sara juga mengungkapkan ayahnya dalam kondisi kesehatan yang baik setelah tampak lelah dan linglung dalam sidang pertama di ICC beberapa waktu lalu.
"Dia sangat yakin dengan argumen hukumnya. Dia sangat yakin bahwa apa yang mereka (ICC --red) lakukan salah dan tidak ada kasus sejak awal," kata Sara kepada wartawan, dikutip dari AFP, Senin (24/3).
Duterte menghadapi tuntutan pidana terhadap kemanusiaan terkait kebijakan perang narkoba yang membuat ribuan orang tewas di masa pemerintahannya. Duterte kini ditahan di Den Haag, menunggu sidang konfirmasi dakwaan pada 23 September mendatang di mana dia diberikan kesempatan untuk menentang segala tuduhan.
Duterte ditangkap di Manila dan dibawa ke Den Haag lewat Dubai. Dia dilaporkan tidak dalam keadaan baik saat menghadapi sidang di ICC.
ADVERTISEMENT
"Kondisinya lebih baik sekarang berkat dokter dan perawat yang merawatnya," kata Sara.
Sara Duterte juga mengungkapkan komplain utama ayahnya adalah makanan Belanda yang disajikan di tahanan.
"Dia makan nasi. Itu yang kami minta dan dimasak dengan baik. [Dimasak] dengan benar sesuai dengan selera Filipina," ungkapnya. Tak hanya itu, Sara Duterte juga mengatakan ayahnya meminta pakaian pribadi dan persediaan minuman cola diet.

Pendukung Sebut Duterte Diculik ICC

Sejumlah warga Filipina menunggu kedatangan Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat tiba di Penjara Scheveningen, Den Haag, Belanda, Rabu (12/2/2025). Foto: Wolfgang Rattay/Reuters
Sara Duterte yang ada di Den Haag juga menemui pendukung Duterte yang berkumpul di Malieveld, De Haag. Pendukung Duterte berteriak "pulangkan dia ke rumah" dan mereka yakin Duterte diculik untuk menghadapi ICC.
Pengacara Duterte, Salvador Medialdea, mengatakan di hadapan pengadilan pada 14 Maret bahwa kliennya diculik dari negaranya.
ADVERTISEMENT
"Dia langsung dibawa ke Den Haag. Bagi pengacara ini adalah pemindahan di luar hukum. Bagi mereka yang tidak memiliki pemahaman hukum yang baik, ini merupakan penculikan," kata Medialdea.
Dalam permohonan penahanan yang diajukan kepala jaksa ICC, dia mengatakan dugaan kejahatan Duterte adalah bagian dari penyebaran dan serangan sistematis yang ditujukan terhadap warga sipil di Filipina.
"Kemungkinan puluhan ribu pembunuhan dilakukan," kata jaksa penuntut terkait kebijakan perang narkoba yang sebagian besar menargetkan pria miskin, yang sering kali tanpa bukti bahwa mereka terkait dengan narkoba.
Keluarga korban menyambut baik proses yang dilakukan ICC sebagai kesempatan untuk mendapatkan keadilan. Namun, pendukung Duterte yakin dia dibawa ke Den Haag karena perselisihan dengan keluarga Marcos.
ADVERTISEMENT