Edy Rahmayadi Dipolisikan karena Jewer Pelatih Biliar, Didesak Minta Maaf

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatih biliar Khairuddin Aritonang atau Coki saat melaporkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ke Polda Sumut. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pelatih biliar Khairuddin Aritonang atau Coki saat melaporkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ke Polda Sumut. Foto: Dok. Istimewa

Kasus Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menjewer dan mengusir pelatih biliar, Khairuddin Aritonang atau Coki, memasuki bapak baru. Coki resmi melaporkan Edy ke Polda Sumut, Senin (3/12)

Dalam surat bernomor STTLP/03/1/2022/SPKT/Polda Sumut itu, Edy dilaporkan melakukan tindak pidana Pasal 310 Jo Pasal 315 KUHP. Terhadap kasus ini, Coki berharap polisi segera mengusut laporannya.

"Sebenarnya harapannya diproses dengan baik, sehingga ini menimbulkan rasa keadilan bagi saya," ujar Coki kepada wartawan di Medan.

Meskipun begitu, Coki masih membuka pintu maaf kepada Edy Rahmayadi.

"Insyaallah sampai sekarang masih membuka itu (maaf), kalau beliau hadir (dalam panggilan polisi) saya pastikan menerima permintaan maaf," ujar Coki.

Edy Rahmayadi Diminta Minta Maaf Secara Terbuka

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat diwawancara wartawan di Rumah Dinas Gubernur. Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Namun permintaan maaf, kata Coki, harus dilakukan Edy Rahmayadi secara terbuka. Ia tak ingin masalah ini selesai dengan baik-baik tanpa diketahui publik.

"Syaratnya terbuka, panggil kawan-kawan media, kawan kawan pengacara saya, teman teman yang lain dan disaksikan umum. Saya kan enggak mau juga dibuat itu tertutup, salaman berdua saja," tegasnya.

Sementara itu pengacara Coki, Teguh, mengatakan, laporan disampaikan setelah pihaknya memberikan somasi pada Edy Rahmayadi agar meminta maaf. Namun tidak ditanggapi mantan Pangkostrad itu.

"Maka dari itu tindak-lanjut dari kami membuat pelaporan (ke polisi) atas kejadian itu," katanya.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat diwawancari di Rumah Dinas Gubernur Kamis (6/5). Foto: Rahmat Utomo/kumparan

Video Edy Rahmayadi menjewer dan mengusir Coki beredar luas di media sosial. Peristiwa ini heboh saat Edy menyampaikan sambutannya di hadapan atlet dan pelatih kontingen Sumut pada PON XX Papua.

Dalam sambutannya, ia meminta atlet Sumut lebih meningkatkan prestasinya, terlebih PON 2024 akan digelar di Sumut dan Aceh.

Saat menyampaikan motivasi pidato ini, Edy kerap mendapat selingan tepuk tangan tamu yang hadir. Namun pada saat itu, Edy melihat Coki tidak bertepuk tangan karena diduga sedang tertidur.

Sementara itu, Coki membantah dijewer karena tidur saat acara, seperti pemberitaan yang beredar luas. Menurutnya, tidak hanya dia saja yang tidak tepuk tangan, ada juga peserta yang lain. Tetapi hanya dia yang disuruh Edy naik ke atas panggung.