Edy Rahmayadi Kerahkan Mantan Anak Buah, Bantu Warga Sumut di Wamena

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Edy Rahmayadi saat menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat membahas warga Sumut di Wamena. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Edy Rahmayadi saat menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat membahas warga Sumut di Wamena. Foto: Dok. Istimewa

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, khawatir dengan kondisi warga Sumut yang berada Wamena. Dia mengirim tim dari Pemprov Sumut untuk melihat kondisi warga Sumut di sana.

Kata Edy, tim yang diturunkan sudah berangkat, Rabu (2/10) pukul 13.00 WIB. Diperkirakan mereka akan tiba malam ini.

"Besok pagi dia sudah bekerja, sehingga kita tahu kondisi riil mereka," ujar Edy usai menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat di Sumut untuk membahas kerusuhan Papua, di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (2/10).

Sejauh ini, dari informasi yang diperoleh Edy, ada sekitar tiga warga Sumut yang terdata di Wamena. Kondisinya ketakutan, namun seluruhnya saat ini sudah berada di tempat yang aman. Walau begitu pendataan terus dilakukan.

"Orang saya yang ada di sana mantan prajurit, mantan anak buah saya yang ada di sana. (Pantauan di sana) warga takut dibakar, diusir, jadi orang sudah takut semua. Datang hercules pun ngumpulin satu-satu,” ujar Edy.

"Tapi kita sudah amankan semua di (Rindam) Sentani, sehingga ada waktu kita berpikir,” ujar Edy.

Jika gejolak yang terjadi Wamena semakin parah dan kondisinya tidak memungkinkan, Pemprov Sumatera Utara siap mengevakuasi mereka ke Medan. Dari Medan, bupati masing-masing daerah juga sudah siap mengevakuasi.

“Kemungkinan terburuk semua sudah kita siapkan. Apabila dia harus kembali kemari (Sumut), tokoh-tokoh masyarakat menyampaikan, kalau dia orang Langkat kita kembalikan ke Langkat, Bupati Langkat bertanggung jawab. Kalau orang Tobasa kita pulangkan ke Tobasa, orang Tobasa tanggung jawab. Gitu dia. Tetapi perjalanan dan evakuasi itu semua tanggung jawab gubernur,” tutur Edy.