Efek Drama, Buku Korea Paling Diminati di Ruang Mancanegara Perpusnas

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung ruang mancanegara Perpusnas. (Foto: Nesia Qurrota Ayuni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung ruang mancanegara Perpusnas. (Foto: Nesia Qurrota Ayuni/kumparan)

Efek drama Korea ternyata tidak hanya berpengaruh pada para pemainnya saja, tetapi juga pada budayanya. Para penggemar drama Korea mencoba mencari tahu dan belajar bahasa dari negeri Ginseng itu.

Salah satunya seperti yang terlihat di sudut ruangan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta. Di sudut itu terdapat ruang koleksi mancanegara.

Ruang Koleksi Mancanegara Perpusnas (Foto: Nesia Qurrota Ayuni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ruang Koleksi Mancanegara Perpusnas (Foto: Nesia Qurrota Ayuni/kumparan)

Di ruang mancanegara, pengunjung dapat membaca koleksi dari berbagai negara. Salah satunya adalah koleksi dari negeri Ginseng yang menurut Pustakawan Perpusnas merupakan yang paling digemari pengunjung.

"Bukunya tentang profil negara tersebut, sejarah, terus politik juga ada. Jadi diurut dari abjad dari sana, dari Afrika, Amerika, terakhir di Asia dan seterusnya. Di Perpus lama jadi satu sama koleksi umum. Di sini banyak diminati dari Korea, Jepang, China. Sebagian mereka ada yang buat penelitian, ada yang baca-baca aja. Mahasiswa kebanyakan. Sebagian dari Jakarta dan luar kota, ungkap Sapto petugas di Pelayanan Koleksi Mancanegara, kepada kumparan (kumparan.com), Selasa (5/12).

Koleksi buku Korea Perpusnas (Foto: Nesia Qurrota A'yuni)
zoom-in-whitePerbesar
Koleksi buku Korea Perpusnas (Foto: Nesia Qurrota A'yuni)

kumparan kemudian mencoba melihat koleksi buku dari rak koleksi Korea. Ada buku-buku seputar sejarah, politik, budaya, hingga kesenian kontemporer Korea yang saat ini tengah ramai digemari khalayak muda Indonesia. Tak perlu khawatir, buku-buku tersebut tidak ditulis dengan aksara Hangeul (aksara Korea), melainkan aksara Latin. Selain itu, buku-buku tersebut juga banyak yang ditulis dengan bahasa Indonesia.

"Saya ke sini mau cari kamus bahasa Korea, tapi tidak ada. Jadi baca-baca koleksi Korea lainnya," ungkap Agnes salah satu pengunjung rak koleksi Korea.

Agnes yang saat ini berusia 19 tahun mengaku ingin belajar bahasa Korea. Keinginannya tersebut terjadi setelah dia banyak menonton drama Korea yang dianggapnya menarik.

"Drama Korea buat aku pengen belajar bahasa Korea dan akhirnya ke sini nyari kamus bahasa Korea. Ini baru pertama kali ke sini," tuturnya. Agnes sendiri juga mengaku suka dengan bangunan gedung baru Perpusnas.

Buku Korea (Foto: Nesia Qurrota Ayuni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Buku Korea (Foto: Nesia Qurrota Ayuni/kumparan)

Untuk mendapatkan koleksi-koleksi tentang Korea, pengunjung Perpusnas dapat datang ke rak nomor 6 dan 7 di lantai 23. Banyaknya koleksi buku Korea yang tersedia, bukan berarti dapat dipinjam oleh pengunjung. Buku-buku Korea tersebut hanya dapat dibaca di tempat.