Efek Samping Vaksin Moderna Lebih Terasa? Ini Tips Menghadapinya dari Ahli

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksin corona Moderna.
 Foto: Mike Segar/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksin corona Moderna. Foto: Mike Segar/REUTERS

Selain tenaga kesehatan, masyarakat umum kini bisa mendapatkan vaksinasi menggunakan vaksin Moderna sebagai dosis pertama dan kedua. Berbeda dengan vaksin Sinovac, vaksin Moderna punya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang lebih terasa.

KIPI merupakan gejala atau efek samping yang dirasakan beberapa saat setelah vaksinasi. Umumnya KIPI yang terjadi dengan derajat ringan seperti merasakan demam, pegal di area suntikan, mengantuk, dan pusing.

Dari beberapa cerita tenaga kesehatan yang mendapat vaksin Moderna merasakan pegal tak biasa. Rata-rata hal itu terjadi 2 hari.

Menurut penjelasan ahli patologi klinis, dr. Tonang Dwi Ardyanto, KIPI yang dirasakan dari tiap jenis vaksin akan berbeda sebab masing-masing vaksin punya target protein yang berbeda dalam tubuh manusia.

Vaksin Moderna merupakan vaksin dengan platform mRNA yang punya KIPI lebih terasa dibanding Sinovac maupun AstraZeneca. Namun, hal ini bukan berarti berbahaya dan harus ditakuti.

kumparan telah merangkum tips yang bisa dilakukan saat menghadapi KIPI Moderna menurut ahli, Selasa (24/8).

Ilustrasi vaksin corona Moderna. Foto: Mike Segar/REUTERS

Menghindari aktivitas berat seperti olahraga usai vaksinasi

Hal ini disebabkan oleh temuan adanya efek seperti radang otot jantung (miokarditis) dan radang selaput jantung (perikarditis) pada orang yang sudah divaksinasi menggunakan vaksin mRNA utamanya adalah laki-laki di bawah 30 tahun.

Akan tetapi, ini bukan berarti masyarakat menjadi tak berani divaksin mRNA seperti Moderna. Sebab, hal tersebut sangatlah jarang dan manfaat vaksin tentu jauh lebih besar.

"Ternyata data-data menunjukkan bahwa angka itu sangat rendah. Jadi risiko itu dikhawatirkan ada, namun manfaat yang diperoleh jauh lebih besar dari risiko yang mungkin terjadi karena itu ITAGI-nya Amerika Juni 2021 masih bilang tetap saja dipakai," jelas Ketua Komnas KPI, Prof. Hindra.

Untuk itu, ada baiknya setelah vaksin untuk menghindari aktivitas-aktivitas yang terlampau berat. Tunggu sesaat setelah badan kembali fit untuk melanjutkan kegiatan tersebut.

Segera periksa jika KIPI telah mengganggu aktivitas

Jika KIPI yang dirasakan sudah mulai mengganggu atau bahkan bertahan hingga berhari-hari, maka harus segera periksakan ke dokter.

"Tentunya masyarakat harus mengenal gejalanya seperti sakit dada, nyeri dada yang tiba-tiba muncul dan menetap, lalu sesak napas, atau irama jantung bertambah enggak teratur. Itu segera harus berobat ke dokter atau ke fasyankes tempat dia divaksinasi," jelas Prof Hindra.

Minum Obat dan Makan Makanan Sehat

Minumlah obat sesuai anjuran dokter. Apabila demam, dokter akan memberikan paracetamol seperti yang dilakukan vaksinator AstraZeneca.

Jangan lupa tetap makanan sehat dan buah-buahan. Sebab, itu akan membantu mempercepat tubuh kembali fit.