Effendi Simbolon: Saya Mohon Maaf atas Perkataan Saya yang Singgung TNI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon.
 Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon. Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Anggota Komisi I Effendi Simbolon angkat bicara soal ramai-ramai anggota TNI memprotes pernyataannya yang menyebut TNI sebagai gerombolan atau ormas.

Saat itu di rapat Komisi I DPR, Effendi sedang menyinggung hubungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan KSAD Jenderal Dudung yang tak harmonis. Kini Effendi menyampaikan permohonan maaf.

"Dari lubuk hati terdalam saya mohon maaf atas perkataan saya yang menyinggung dan menyakiti prajurit, siapa pun dia perwira, tamtama, dan para pihak yang tidak nyaman atas perkataan yang dinilai lain. Saya mohon maaf," ucap Effendi dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/9).

"Saya tujukan pada seluruh prajurit bertugas atau purna dan para pihak yang tidak nyaman dan kepada Panglima saya mohon maaf, KSAD, KSAL, KSAU yang mungkin merasa kurang nyaman, saya mohon maaf," imbuhnya.

Anggota komisi I Fraksi PDIP Effendi Simbolon meminta maaf soal polemik sebut TNI gerombolan. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Politikus PDIP itu menyebut dalam rapat di Komisi I membahas anggaran itu, dia mempertanyakan ketidakhadiran KSAD dan Panglima secara bersamaan. Apalagi KSAD beberapa kali tak hadir di DPR.

"Memang Pak KSAD tidak hadir. Oleh teman-teman ditanyakan, dikritisi. Poin saya bukan soal hadirnya, tapi lebih elok hadir untuk dapat penjelasan seputar masalah yang kami ingin dapat penjelasan," tuturnya.

Dalam pernyataannya itulah Effendi membandingkan TNI seperti ormas karena seolah tidak ada kepatuhan KSAD kepada Panglima TNI.

"Di situ saya sadar itu tidak nyaman, tidak elok, dan beberapa pihak mungkin tersinggung atas kata-kata dari saya soal gerombolan dan ormas," ucapnya.

"Sejatinya saya enggak pernah stigma kan gerombolan, tapi kalau enggak ada harmoni itu seperti gerombolan atau ormas. Kalau lihat rekaman utuh itu poin saya," pungkasnya.

video youtube embed