Ekonom Sudrajad Djiwandono Cek Sekolah Rakyat, Yakin Pendidikan Bikin RI Berjaya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wamensos Agus Jabo, dan rombongan Sudrajad Djiwandono ke SRMA 10 Jakarta Selatan di Pusdiklatbangprof Margaguna, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wamensos Agus Jabo, dan rombongan Sudrajad Djiwandono ke SRMA 10 Jakarta Selatan di Pusdiklatbangprof Margaguna, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wamensos Agus Jabo Priyono meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial, Jakarta, pada Rabu (28/1/2026).

Mereka hadir bersama tokoh ekonom senior Sudrajad Djiwandono dan sang istri, Biantiningsih Djiwandono, yang merupakan kakak Presiden Prabowo Subianto. Kemudian ada Maryani Djojohadikusumo yang juga kakak Presiden Prabowo dan tokoh lainnya, Paramita Sudharto.

Tokoh ekonom senior Sudrajad Djiwandono bersama Biantiningsih Djiwandono dan Maryani Djojohadikusumo meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Dok. Kemensos

Gus Ipul beserta rombongan disambut siswa-siswi SRMA 10 Jakarta Selatan dengan yel-yel meriah. Mereka juga melihat kerajinan yang dibuat para siswa, sambil memuji hasilnya.

Ada yang melukis, membatik, meronce gelang, membuat gantungan kunci, sampai menghias tas kanvas dengan dedaunan dan bunga.

Kunjungan tersebut dimeriahkan pensis siswa Sekolah Rakyat dengan penampilan tari, silat, hingga pidato dalam 3 bahasa (Arab, Inggris, dan Mandarin).

Tokoh ekonom senior Sudrajad Djiwandono bersama Biantiningsih Djiwandono dan Maryani Djojohadikusumo meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Dok. Kemensos

Usai menyaksikan penampilan bakat siswa, Gus Ipul lantas mengajak rombongan meninjau berbagai fasilitas lainnya, seperti asrama, ruang kelas, laboratorium, hingga ruang makan.

Di ruang kelas, Biantiningsih, Maryani dan rombongan bahkan duduk di bangku layaknya siswa yang sedang mengikuti pembelajaran. Mereka tampak bangga dengan proses belajar mengajar yang telah memanfaatkan teknologi.

Setiap siswa difasilitasi laptop, sementara guru menggunakan smartboard untuk menyampaikan materi pelajaran.

Tokoh ekonom senior Sudrajad Djiwandono bersama Biantiningsih Djiwandono dan Maryani Djojohadikusumo meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Dok. Kemensos

Sudrajad, Biantiningsih, dan Maryani juga menyapa para siswa lebih dekat dengan membaur saat waktu makan bersama. Sudrajad, Gus Ipul, dan Agus Jabo duduk bersama dua siswa di satu meja, sementara Biantiningsih dan Maryani juga membaur bersama para murid.

Mereka menikmati snack berupa susu, dua jenis kue basah, dan buah jeruk, sambil berbincang hangat dengan para siswa.

Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wamensos Agus Jabo, dan rombongan Sudrajad Djiwandono ke SRMA 10 Jakarta Selatan di Pusdiklatbangprof Margaguna, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Dalam sambutannya, Gus Ipul menekankan program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo untuk memuliakan wong cilik, mengentaskan kemiskinan, serta menjangkau yang belum terjangkau.

“Ada hampir 3 juta anak usia sekolah yang hari ini tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah. Sebagian Alhamdulillah sekarang sudah berada di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Ia pun menyebut siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui Sekolah Rakyat, anak-anak diharapkan bisa mengubah jalan hidupnya jadi lebih baik.

“Dalam bahasa Bapak Presiden Prabowo, berulang-ulang disampaikan kalau bapaknya tukang becak, anaknya tidak harus jadi tukang becak. Kalau orang tuanya sekarang belum sukses, anaknya nanti akan menjadi anak yang sukses,” kata Gus Ipul.

Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wamensos Agus Jabo, dan rombongan Sudrajad Djiwandono ke SRMA 10 Jakarta Selatan di Pusdiklatbangprof Margaguna, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Dia memanggil sejumlah siswa untuk bercerita ke atas panggung. Salah satunya, Achmad Heygar bersama sang ibu, Resmina, yang merupakan ibu rumah tangga. Resmina bersyukur, dengan adanya Sekolah Rakyat, putranya bisa lebih disiplin dan ada kemajuan dalam belajar.

“Alhamdulillah, lebih bertanggung jawab walaupun [dia] agak konyol,” ujar Resmina yang disambut gelak tawa.

Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wamensos Agus Jabo, dan rombongan Sudrajad Djiwandono ke SRMA 10 Jakarta Selatan di Pusdiklatbangprof Margaguna, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Sekolah Rakyat juga mengubah hidup Naira Intan Safitri jadi lebih baik. Selain bisa belajar dengan nyaman, dia senang bisa makan tiga kali sehari. Ayah Naira, Warli, senang sang putri bisa mendapat kesempatan sekolah di sini.

“Waktu di rumah kadang [makan] satu kali, kalau ada rezeki bisa dua kali sehari. Alhamdulillah sekarang sudah bisa sekolah,” tutur Naira.

Sementara itu, Sudrajad mengungkapkan rasa bangganya atas program Sekolah Rakyat. Ekonom dan akademisi berusia 87 tahun itu mendukung para siswa mendapatkan haknya untuk terus belajar.

“Semuanya terus terang sangat impresif, hebat sekali,” ujar Sudrajad.

Kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wamensos Agus Jabo, dan rombongan Sudrajad Djiwandono ke SRMA 10 Jakarta Selatan di Pusdiklatbangprof Margaguna, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Nabila Ulfa/kumparan

Dia pun menilai jumlah Sekolah Rakyat yang menyentuh 166 merupakan permulaan yang sangat baik untuk memperluas akses pendidikan di Indonesia dan pada akhirnya membuat Indonesia berjaya di masa depan berkat lulusan Sekolah Rakyat yang akan tumbuh menjadi calon pemimpin masa depan yang baik.

“Orang tua seperti saya tentu merasa aman bahwa generasi yang akan datang adalah orang-orang yang bisa dipercaya, mempunyai kepribadian, mempunyai dasar pendidikan, dan mempunyai kepemimpinan yang akan meneruskan kita semua yang nantinya sudah tidak ada,” jelas mantan Gubernur Bank Indonesia ini.

“Kita merasa aman bahwa masa depan bangsa kita itu akan ada di tangan orang-orang yang bertanggung jawab. Tentunya, tetap kita tambahkan dengan kasih dan kerahiman Tuhan. Kalau tidak ada, semua tadi masih bisa gagal. Jadi dengan seluruh upaya, saya sangat percaya bahwa Indonesia di masa depan betul-betul akan berjaya. Tidak hanya seratus tahun republik, tetapi jauh setelah itu juga saya percaya kita akan semakin maju,” pungkasnya.