Eks Bandara Polonia Medan Jadi Tempat Karantina Ratusan TKI dari Malaysia

Sekitar 500-an Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pulang dari Malaysia ke Sumatera Utara pada 9-10 April 2020. Guna mengantisipasi penyebaran COVID-19, mereka akan dikarantina di eks Bandara Polonia Medan selama 14 hari.
"Bandara Polonia yang merupakan salah satu tempat yang akan digunakan untuk penampungan sementara para TKI," ujar Danlanud Soewondo, Kolonel Meka Yudanto, kepada wartawan, Kamis (9/4).
Selain Polonia para TKI juga dikarantina di Taman Pramuka di Kabupaten Deli Serdang. Khususnya di eks Bandara Polonia Medan, Meka menyebut persiapannya sudah hampir rampung. Tempat itu sudah dilengkapi 295 velbed dan kipas angin.
"Logistik juga sudah pasti disiapkan dan akan didukung oleh Dinas Sosial. Nanti mereka akan diberikan bantuan makanan 3 kali dalam 1 hari," kata Meka.
Dia juga mengatakan saat ini pihaknya sedang berupaya menambah 100 velbed lagi agar kapasitas eks Bandara Polonia untuk menampung TKI lebih besar. Pihaknya juga sudah menyiapkan 300 toilet portabel untuk para TKI.
Dari data yang diperolehnya, total 524 TKI yang akan kembali ke Sumatera Utara. Mereka dipulangkan melalui 4 penerbangan
"Tanggal 9 atau hari ini kita akan datang 2 flight. Flight pertama sudah landing tadi jam 08.30 WIB sejumlah 130-an orang, langsung dibawa ke Kabupaten Deli Serdang. Di sana sudah disiapkan penampungan," kata Meka.
Lalu untuk penerbangan kedua akan tiba pada sore hari dan langsung dibawa ke eks Bandara Polonia. Sama dengan penerbangan pertama, jumlah TKI yang akan tiba sore nanti sebanyak 130 orang.
"Besok akan dilanjutkan flight pagi dan sore dan rencananya akan dibawa ke Bandara Polonia semua," ujar Meka.
Para TKI yang dikarantina, ujar Meka, dipastikan melewati prosedur kesehatan. Dimulai dari pendataan lalu diperiksa tim kesehatan yang menggunakan alat pelindung diri (APD) lalu disemprot dengan disinfektan secara menyeluruh dan dikawal ke tempat karantina.
"Sebelumnya dari informasi KJRI Malaysia bahwa TKI yang datang ke sini juga sudah mendapatkan pengecekan kesehatan di Malaysia. Namun kita belum tahu sampai sejauh mana mereka mengecek," ujar Meka.
**********
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
