Eks Bupati di Sumbar Digerebek Warga di Penginapan, Dituding Gay
30 Oktober 2025 10:17 WIB
·
waktu baca 2 menit
Eks Bupati di Sumbar Digerebek Warga di Penginapan, Dituding Gay
Pria yang diduga merupakan mantan bupati di Sumatera Barat digeruduk warga di sebuah penginapan di Kota Padang, Sabtu siang (25/10).kumparanNEWS

ADVERTISEMENT
Pria yang diduga merupakan mantan bupati di Sumatera Barat periode 2010-2015 digeruduk warga di sebuah penginapan di Kota Padang, Sabtu siang (25/10).
ADVERTISEMENT
kumparan mendatangi penginapan tersebut, Rabu (29/10). Pedagang di depan penginapan, Diva Monica (30 tahun), menceritakan bahwa penggerebekan diawali teriakan minta tolong dari dalam kamar penginapan.
"'Tolong! Tolong!' suara cowok. Orang hotel cemas, takut kejadian apa-apa, pembunuhan misalnya," ujar Diva.
Warga sekitar, menurut Diva, lalu menggedor kamar asal sumber suara.
"Lalu keluar bapak ini, berpakaian rapi. Pria satu lagi sepertinya syok itu, dia masih muda umur di atas 23 tahun, masih muda, bilang 'Bapak kurang ajar!'," ceritanya.
"(Setelah mantan bupati) sampai halaman hotel, lari dia. Kami curiga, kok lari? Dibilang (oleh pria muda) 'Dia kurang ajar, bapak bawa saya di sini, bapak apa-apakan saya," ujar Diva.
Pria yang kabur kemudian dikejar warga. Sempat sembunyi di halaman rumah warga, tapi ketahuan. Akhirnya tertangkap dan diinterogasi.
Video interogasi ini beredar. Dalam video berdurasi 1 menit 19 detik itu, terlihat ia dipegangi oleh dua orang. Warga lain ikut melakukan interogasi kepadanya.
ADVERTISEMENT
"Orang homo, orang homo, ketangkap, ketangkap," kata warga yang memvideokan.
Warga tersebut juga menuding bahwa pria yang diamankan itu telah melakukan "open BO" dengan sesama laki-laki.
Pedagang lain di sekitar penginapan, Dika Alfian, mengiyakan bahwa wajah pria yang digerebek dan ditangkap itu mirip dengan wajah mantan bupati tersebut.
"Iya, mirip sekali. Itu orangnya," jelasnya saat ditunjukkan foto mantan bupati.
Kata Polisi
Kapolsek Padang Utara, AKP Yuliadi, membenarkan kejadian itu.
"Kata warga yang mengatar, dia ribut-ribut di penginapan OYO. Ketika ribut-ribut dia ini lari, dikejar warga. Itu cerita warga. Kan dikatakan masalah gay, tapi yang satu orang (pria yang disebut pasangannya) ini tidak ada lagi (di lokasi)," ujar Yuliadi dikutip Rabu (29/10).
ADVERTISEMENT
"Pengakuannya namanya Adi. KTP-nya tidak ada," tambahnya.
Informasi dari anggota yang dinas ketika itu, kata Yuliadi, pria ini lalu dijemput di polsek oleh seorang yang mengaku sebagai anak angkatnya. Ia mengaku bahwa orang tua angkatnya tersebut sakit jantung.
"Datang anak angkatnya. 'Ini orang tua angkat saya, dia sakit jantung, dibawa berobat dulu'. Iya kata anggota, anggota ini ada pemeriksaan lain juga, kan. Terus pergi aja lagi, tidak ada kabar lagi," jelasnya.
kumparan sudah mencoba konfirmasi perihal ini kepada mantan bupati tersebut, namun ia belum merespons.
