News
·
3 Juni 2020 16:07

Eks Dirut Jiwasraya hingga Benny Tjokro Didakwa Rugikan Negara Rp 16,8 Triliun

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Eks Dirut Jiwasraya hingga Benny Tjokro Didakwa Rugikan Negara Rp 16,8 Triliun (661711)
searchPerbesar
Eks Direktur Utama PT. Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (20/1). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
ADVERTISEMENT
Dalam sidang itu, terdapat 6 terdakwa yang diadili. Dari pihak Jiwasraya yakni Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018, Hendrisman Rahim; Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018, Hary Prasetyo; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan.
Sementara terdakwa dari swasta yakni Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartomo Tirto.
Eks Dirut Jiwasraya hingga Benny Tjokro Didakwa Rugikan Negara Rp 16,8 Triliun (661712)
searchPerbesar
Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro usai diperiksa sebagai saksi di gedung bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (6/1). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Dalam sidang itu, jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Agung mendakwa Hendrisman dan 5 terdakwa lain -berkas dakwaan terpisah- melakukan korupsi dalam pengelolaan dana Jiwasraya. Akibatnya, keuangan negara dirugikan sebesar Rp 16,8 triliun berdasarkan audit BPK tanggal 9 Maret 2020.
"Memperkaya diri terdakwa Hendrisman Rahim atau orang lain yaitu Hary Prasetyo, Syahmirwan, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro, atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara yaitu sebesar Rp 16.807.283.375.000 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut," ujar jaksa saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/6).
Eks Dirut Jiwasraya hingga Benny Tjokro Didakwa Rugikan Negara Rp 16,8 Triliun (661713)
searchPerbesar
Suasana sidang kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (3/6). Foto: Dok. Istimewa
Jaksa pun menjelaskan poin-poin dugaan korupsi yang dilakukan keenam terdakwa:
ADVERTISEMENT
  1. Hendrisman Rahim bersama Hary Prasetyo dan Syahmirwan melakukan pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT. AJS (Jiwasraya) yang tidak transparan dan tidak akuntabel dengan melakukan kesepakatan tanpa ditetapkan oleh Direksi PT.AJS yakni kesepakatan dengan Joko Hartono Tirto, Heru Hidayat, dan Benny Tjokro untuk mengatur transaksi penempatan Saham dan Reksa Dana.
  2. Hendrisman Rahim bersama Hary Prasetyo dan Syahmirwan telah melakukan pengelolaan investasi saham dan reksa dana tanpa analisis yang didasarkan pada data yang objektif dan analisis yang profesional dalam NIKP (Nota Intern Kantor Pusat), tetapi analisis hanya dibuat formalitas belaka.
  3. Hendrisman Rahim bersama Hary Prasetyo dan Syahmirwan telah melakukan pembelian saham BJBR, PPRO dan SMBR walaupun kepemilikan saham tersebut telah melampaui ketentuan yang diatur dalam Pedoman Investasi yaitu maksimal sebesar 2,5% dari saham beredar.
ADVERTISEMENT
  1. Hendrisman Rahim bersama Hary Prasetyo dan Syahmirwan telah bekerja sama dengan Hery Hidayat dan Benny Tjokro melalui Joko Hartono Tirto untuk melakukan transaksi pembelian dan/atau penjualan saham BJBR, PPRO, SMBR, dan SMRU dengan tujuan mengintervensi harga yang pada akhirnya tidak memberikan keuntungan investasi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan likuiditas guna menunjang kegiatan operasional.
  2. Hendrisman Rahim bersama Hary Prasetyo, Syahmirwan, Heru Hidayat, dan Benny Tjokro melalui Joko Hartono Tirto mengatur dan mengendalikan 13 manajer investasi dengan membentuk produk reksa dana khusus untuk PT.AJS agar pengelolaan instrumen keuangan yang menjadi underlying reksa dana PT.AJS dapat dikendalikan oleh Joko Hartono Tirto.
  3. Hendrisman Rahim bersama Hary Prasetyo dan Syahmirwan menyetujui meskipun mereka mengetahui bahwa transaksi pembelian/penjualan instrumen keuangan yang menjadi underlying pada 21 produk reksa dana yang dikelola 13 manajer investasi dikendalikan oleh Joko Hartono Tirto yang merupakan pihak terafiliasi dengan Heru Hidayat dan Benny Tjokro yang pada akhirnya tidak memberikan keuntungan investasi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan likuiditas guna menunjang kegiatan operasional perusahaan.
ADVERTISEMENT
  1. Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo, dan Syahmirwan telah menerima uang, saham, dan fasilitas dari pihak Heru Hidayat dan Benny Tjokro melalui Joko Hartono Tirto dan perusahaan yang bekerjasama dengan PT.AJS.
Eks Dirut Jiwasraya hingga Benny Tjokro Didakwa Rugikan Negara Rp 16,8 Triliun (661714)
searchPerbesar
Ilustrasi Asuransi Jiwasraya. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Atas perbuatan tersebut, keenam terdakwa didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.