Eks Lokalisasi Saritem Bandung Digerebek, Polisi Sita Bong hingga Sabu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Geliat di Saritem. Foto: Iqbal Tawakal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Geliat di Saritem. Foto: Iqbal Tawakal/kumparan

Polrestabes Bandung mengerebek kawasan eks lokalisasi Saritem di Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jumat (9/10/2026). Dalam razia narkoba tersebut, puluhan orang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes urine di lokasi.

Operasi dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, dengan mengerahkan sebanyak 300 personel gabungan. Petugas menyisir dan menggeledah sejumlah titik yang disinyalir menjadi sarang penyalahgunaan narkotika.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa sabu-sabu beserta sejumlah alat isap (bong). Petugas di lapangan juga langsung menggelar tes urine acak terhadap puluhan orang yang berada di area tersebut.

Kapolrestabes Bandung menegaskan, operasi ini merupakan tindak lanjut atas arahan Kapolri mengenai pemberantasan kampung narkoba, sekaligus bagian dari pelaksanaan Operasi Antik (Anti Narkotika) yang digelar Polda Jawa Barat.

"Sore hari ini kami dengan kekuatan kurang lebih 300 personel melakukan penggeledahan di Andir. Ditemukan bong dan sabu, kemudian puluhan orang yang kami tes urine di tempat hasilnya positif," ujar Budi di lokasi razia, Jumat (9/10/2026).

Ilustrasi sabu. Foto: photopixel/Shutterstock

Seluruh warga yang terindikasi positif tes urine langsung diangkut ke Mapolrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut oleh tim penyidik Satresnarkoba.

Budi menegaskan bahwa operasi serupa tidak hanya berhenti di kawasan Saritem. Pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah dan pemukiman lain di Kota Bandung yang masuk dalam kategori rawan peredaran gelap narkoba.

"Penindakan ini akan terus berlanjut ke kampung-kampung atau pemukiman yang sudah masuk target operasi dan rawan penyalahgunaan narkoba," tegasnya.