Eks Menhan GAM: Selundupan Senjata Soenarko Bukan Sisa Konflik

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan Menteri Pertahanan GAM Zakaria Saman. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Menteri Pertahanan GAM Zakaria Saman. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Eks Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Zakaria Saman memastikan senjata yang diduga diselundupkan mantan Danjen Kopassus Mayjen Purnawirawan Soenarko bukan sisa konflik. Orang yang menyelundupkan senjata untuk kombatan GAM pada masa konflik Aceh ini, memastikan seluruh bedil sudah diserahkan untuk dimusnahkan.

Sebagai informasi, dalam MoU Helsinski yang menjadi dasar perdamaian Pemerintah Indonesia dan GAM, ada satu klausa terkait senjata milik GAM. Seluruh senjata itu harus dimusnahkan.

“Saya berani katakan kalau GAM tidak lagi memiliki senjata, semua telah diserahkan dan dipotong,” ujar Zakaria saat dihubungi kumparan Rabu (22/5).

Namun, Apa Karya (sapaan Zakaria), tidak menampik saat ini ada peredaran senjata gelap di Aceh. Penyelundupan senjata itu dilakukan oleh bandar narkoba.

“Senjata di Aceh saat ini memang banyak beredar. Akan tetapi peredaran senjata itu dimasukkan oleh para pengedar sabu. Jika ada sabu yang masuk ke Aceh pasti ada senjata itu untuk melindungi diri mereka,” kata Apa Karya.

Senjata api dan 445 butir amunisi yang di serahkan warga sisa konflik Aceh. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Soal penyeludupan senjata oleh bandar narkoba di Aceh, Apa Karya mengklaim sudah pernah memperingatkannya kepada aparat. Penyelundupan senjata itu dianggapnya berlangsung terlalu mudah sehingga mulai mengkhawatirkan.

"Saya berani menjamin itu karena sudah berlangsung sejak lama. Sebab tidak mungkin mereka (bandar narkoba) masuk ke Aceh tanpa dibekali senjata untuk perlawanan. Nah, setiba di Aceh senjata itu dijual. Jadi kalau soal senjata di Aceh ada uang ada barang. Lebih mudah daripada kita beli rokok,” jelas Apa Karya.

Eks Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko melaporkan Pati Polri ke Irwasum, Senin (23/7). Foto: Ainul Qalbi/kumparan

Mengenai dugaan penyelundupan oleh Soenarko yang pernah menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda, Apa Karya berharap masalah ini bisa diusut tuntas. Sehingga, tidak ada yang mengaitkan masalah ini dengan GAM. Mengingatkan GAM pernah menyelundupkan senjata ke Aceh semasa konflik.

“Atas kejadian ini saya berharap tidak memandang jabatan apakah dia pernah menjabat sebagai Pangdam, siapa yang melanggar aturan periksa tanyakan dari mana senjata itu. Jangan GAM-GAM saja, seakan-akan mereka penjual senjata,” ujar Apa Karya.