Eks Napiter Pembakar Warung Babi Sukoharjo Ditangkap, Serang Polisi Pakai Parang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polda Jawa Tengah bersama jajaran Polres Sukoharjo menangkap pelaku perusakan dan pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Senin (19/10) malam. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polda Jawa Tengah bersama jajaran Polres Sukoharjo menangkap pelaku perusakan dan pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Senin (19/10) malam. Foto: Dok. Istimewa

Polda Jawa Tengah bersama jajaran Polres Sukoharjo menangkap pelaku perusakan dan pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Senin (19/10) malam.

Pelaku yang merupakan eks napiter ditembak karena menyerang petugas menggunakan busur panah dan parang.

Penangkapan pelaku sempat membuat geger warga setempat lantaran berada di lokasi padat penduduk.

Pelaku sempat berusaha kabur hingga terjadi kejar-kejaran dan petugas memberikan tembakan peringatan. Pelaku yang terluka akhirnya dibawa petugas medis dan langsung mendapatkan perawatan.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Roy Hardi Siahaan, yang memimpin langsung penangkapan membenarkan pihaknya menangkap pelaku pembakaran Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Grogol, Sukoharjo yang terjadi pada 12 September.

"Pelaku berkaitan pembakaran Mi dan Babi Tepi Sawah kita amankan," kata Roy, Selasa (20/10).

Akibat peristiwa ini, dilaporkan ada anggota polisi yang terluka.

"Ada satu dua orang anggota kita terluka, gara-gara bekas sabetan kemudian jatuh karena disabet parang atau dicoba diserang petugas kita," kata Roy.

Roy mengatakan pelaku berinisial AS merupakan eks napiter. Jejak pelaku terendus saat olah TKP pembakaran.

"Satu orang pelaku kita amankan inisial AS. Pelaku pembakaran merupakan eks napiter," katanya.

Usai pelaku diamankan, aparat menggeledah hunian AS dan menemukan sejumlah senjata yang diduga berkaitan dengan peristiwa pembakaran warung.

Terkait kemungkinan adanya pelaku lain, Roy mengatakan pihaknya masih melakukan penyidikan.

"Kami akan menyampaikan informasi tambahan apabila ditemukan perkembangan baru dalam kasus tersebut," pungkasnya.