Eks PM Israel Dukung Palestina, Tolak Usulan Damai Trump

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert. Foto: REUTERS/Yana Paskova
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert. Foto: REUTERS/Yana Paskova

Eks Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menyampaikan dukungan terhadap Palestina.

Hal tersebut disampaikan usai Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan penolakan atas usulan damai "Deal of Century" yang disampaikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Olmert berkesempatan untuk menemui Abbas di New York, Amerika Serikat. Abbas berada di kota New York untuk menghadiri pertemuan Dewan Keamanan PBB membahas "Deal of Century" Donald Trump.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (11/2). Foto: REUTERS / Shannon Stapleton

Menurut Olmert dukungannya kepada Palestina didasari alasan tepat. Sebab, segala bentuk perundingan damai tidak bakal tercapai jika tidak melibatkan pemimpin Palestina.

"Dia (Abbas) adalah tokoh perdamaian, dia menentang teror, oleh karenanya ia adalah satu-satunya mitra yang wajib kita ikutsertakan," jelas dia.

"Setiap negosiasi dimulai, mitra Israel untuk negosiasi ini adalah Mahmoud Abbas, Presiden Palestina," sambung dia.

Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert. Foto: REUTERS/Yana Paskova

Olmert sejak lama dikenal sebagai politikus sayap tengah di Israel. Ia menjabat sebagai PM dari 2006-2009.

Olmert digantikan oleh sosok sayap kanan dan tokoh konservatif Yahudi, Benjamin Netanyahu. Di bawah Netanyahu perdamaian Israel-Palestina menemui jalan buntu.

Seorang demonstran memegang bendera Palestina di depan pasukan Israel dalam sebuah protes terhadap permukiman Yahudi dekat Beit Jala di Tepi Barat yang diduduki Israel, Minggu (8/9). Foto: REUTERS/Mussa Qawasma

Sementara itu, "Deal of Century" dikeluarkan pada 28 Januari 2020 setelah Trump menemui Netanyahu di Washington. Tidak ada perwakilan Palestina yang dilibatkan dalam perundingan deal of century.

Usulan Trump telah ditolak oleh Palestina. Mereka menganggap, kesepakatan tersebut cuma menguntungkan Israel.