Eks PM Tunisia Ali Laarayedh Ditangkap Atas Dugaan Terorisme
·waktu baca 2 menit

Eks perdana menteri Tunisia, Ali Laarayedh, ditangkap oleh aparat kepolisian anti-terorisme atas dugaan keterlibatannya dalam pengiriman kelompok jihadis ke Suriah. Ia merupakan anggota senior di partai oposisi negara itu.
Laporan penangkapan tersebut diungkap oleh tim pengacaranya pada Selasa (20/9). “Diharapkan Laarayedh akan muncul di hadapan hakim pada hari Rabu,” kata salah satu pengacara Laarayedh, Mokthar Jmayi, seperti dikutip dari Reuters.
“Kami terkejut. Berkasnya benar-benar kosong dan tanpa bukti apa pun,” ujar salah seorang pengacara lainnya, Samir Dilou.
Sementara partai oposisi Tunisia yang menaungi Laarayedh, Partai Islamis Ennahda, menyangkal tuduhan terorisme seperti yang dikatakan polisi. Menurut pihaknya, tindakan itu adalah serangan politik terhadap musuh mereka yang menjadi Presiden Tunisia saat ini, Kais Saied.
Dalam kasus yang sama pula, polisi menunda penyelenggaraan sidang pemimpin oposisi Islamis Tunisia sekaligus ketua parlemen yang dibubarkan, Rachel Ghannouchi (81). Ia sebelumnya melayangkan tudingan kepada Saied atas kudeta anti-demokrasi sejak ia berhasil merebut kekuasaan pada Juli tahun lalu.
Saied kala itu membubarkan parlemen dan di bawah pemerintahannya, ia memimpin dengan dekrit serta kekuasaan yang sebagian besar telah diresmikannya dengan konstitusi baru yang disahkan dalam referendum pada Juli tahun ini.
Tak hanya itu, polisi juga sempat menangkap sesama rekan Laarayedh dari Ennahda, yakni beberapa mantan petugas keamanan dan dua anggota partai atas tuduhan terkait melakukan perjalanan dari Tunisia untuk berjihad.
Menurut laporan media, berdasarkan berbagai sumber resmi mendapati sekitar 6.000 warga Tunisia melakukan perjalanan ke Suriah dan Irak dalam 10 tahun terakhir, untuk bergabung dengan kelompok-kelompok jihad termasuk ISIS. Banyak yang terbunuh di sana sementara yang lain melarikan diri dan kembali ke Tunisia.
