Eks Walkot Palembang Sempat Tak Mau Dibawa Sipir ke RS

Eks Wali Kota Palembang, Romi Herton meninggal dunia. Romi mengalami serangan jantung ketika berada di ruang tahanannya di LP Gunung Sindur. Pria berusia 52 tahun itu meninggal di RS Hermina Serpong, Tangerang.
Menurut pengacara Romi, Sirra Prayuna yang dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Kamis (28/9), sekitar pukul 01.00 WIB, kliennya itu mengalami sesak nafas.
"Almarhum memang memiliki riawayat pengakit jantung. Saat itu, almarhum hanya meminta dikasi bantuan oksigen. Di kamarnya memang ada tabung oksigen," jelas Sirra.
Sesak nafas ini beberapa kali dialami Romi. Dan biasanya, cukup dengan memberikan bantuan oksigen. Saat itu, sipir atau petugas LP yang berjaga memberi bantuan oksigen.
Namun, karena kondisinya tak segera pulih, Romi segera dibawa ke RS Hermina Serpong. Sekitar pukul 01.30 WIB, Romi tiba di rumah sakit.
"Sempat mendapat pertolongan di rumah sakit, tapi almarhum tidak bisa diselamatkan," urai Sirra.
Romi dijerat kasus suap sengketa Pilkada Palembang. Dia divonis 7 tahun penjara. Istrinya, Masyito juga dipidana dan dijerat 5 tahun bui.
"Sebenarnya Juli 2018 besok, almarhum mendapatkan pembebasan bersyarat," tutur dia.
Siang ini pukul 11.00 WIB, jenazah Romi sudah berada di Halim Perdanakusumah. Siang nanti rencananya, Romi akan dikuburkan di tempat pemakaman umum Kebun Bunga, Palembang.
"Selama di tahanan almarhum itu olahraga karate, angkat barbel. Berat-berat olahraganya. Saya dua minggu lalu ketemu almarhum bincang-bincang, soal politik. Dan besok itu sebenarnya mau janjian ketemu lagi," tutup Sirra.
