Eks Wapres AS Mike Pence Kritik Trump: Dia Membahayakan Keluarga Saya

13 Maret 2023 17:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence saat kampanye di Bandara Cherry Capital di Traverse City, Michigan, AS, Senin (2/11). Foto: Carlos Barria/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence saat kampanye di Bandara Cherry Capital di Traverse City, Michigan, AS, Senin (2/11). Foto: Carlos Barria/REUTERS
ADVERTISEMENT
Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence mengkritik eks Presiden Donald Trump, terkait kerusuhan di US Capitol 6 Januari 2021.
ADVERTISEMENT
Setelah bermitra selama empat tahun, Pence dan Trump kini bertarung memperebutkan nominasi presiden dari Partai Republik untuk pemilu 2024.
"Presiden Trump salah," kata Pence dalam pidatonya di acara makan malam yang dihadiri politikus dan jurnalis AS, seperti dikutip dari Associated Press.
Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence tepuk tangan saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan di Kongres Amerika Serikat. Foto: REUTERS / Leah Millis
"Saya tidak punya hak membatalkan pemilu. Dan, perkataan cerobohnya membayakan keluarga saya dan semua orang di Capitol, dan saya tahu sejarah akan meminta pertanggung jawaban," sambung dia.
"Jangan salah apa yang terjadi saat itu merupakan aib," tegas Pence.
Pernyataan terbaru Pence ini merupakan yang terpedas. Sebelumnya, Pence sama sekali berupaya menghindari konfrontasi dengan eks pimpinannya itu.
Pendukung Presiden AS Donald Trump berkumpul di depan Gedung Capitol AS di Washington. Foto: REUTERS / Leah Millis
Meski demikian, sejak peristiwa penyerbuah kantor parlemen AS pada 6 Januari 2021 lalu, hubungan kedua tokoh itu renggang.
ADVERTISEMENT
Saat itu Trump mencoba menekan Pence untuk membatalkan kemenangan Joe Biden di depan anggota parlemen AS. Pence merupakan pemimpin pertemuan sertifikasi hasil pemilu.
Pence lalu menolak desakan Trump. Kala massa pendukung Trump menyerbu Capitol demi memamksa pembatalan sertifikasi pemenang, mereka menumpahkan kemarahan kepada Pence.
Massa bahkan meneriakkan yel-yel ancaman kepada Pence seperti: "gantung Mike Pence."
Kini, jelang pemilu yang akan digelar tahun depan persaingan Pence dan Trump semakin meruncing. Mereka sama-sama dianggap pantas jadi penantang utama Presiden petahana Joe Biden.
Hanya saja, baru Trump yang menyatakan siap kembali maju. Sedangkan Pence belum mengumumkan pencalonannya secara resmi.
Jelang dimulai proses pencalonan presiden, Pence memang masuk dalam kandidat utama capres AS dari Partai Republik.
ADVERTISEMENT
Jalan Pence untuk merebut tiket capres Partai Republik menghadapi jalan terjal. Pence belum lama ini mendapat kritik lantaran leluconnya terhadap Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg yang merupakan lgbt pertama dalam kabinet AS.