Ekuador Mencekam Akibat Ancaman Geng Narkoba, Tentara Berjaga di Jalanan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tentara dengan kendaraan lapis baja berpatroli di pusat bersejarah Ekuador menyusul pecahnya kekerasan usai hilangnya Jose Adolfo Macias, alias 'Fito', pemimpin kelompok kriminal Los Choneros, di Quito, Ekuador, Selasa (9/1/2024). Foto: Karen Toro/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Tentara dengan kendaraan lapis baja berpatroli di pusat bersejarah Ekuador menyusul pecahnya kekerasan usai hilangnya Jose Adolfo Macias, alias 'Fito', pemimpin kelompok kriminal Los Choneros, di Quito, Ekuador, Selasa (9/1/2024). Foto: Karen Toro/REUTERS

Ratusan orang tentara berpatroli di ibu kota Ekuador, Quito, pada Rabu (10/1). Patroli tersebut dilakukan usai Presiden Daniel Noboa dan geng narkoba menyatakan perang.

Kondisi tersebut membuat warga Ekuador diselimuti ketakutan. Sebab, beberapa tahun lalu Ekuador adalah negara damai meski diapit Meksiko dan Kolombia yang merupakan penghasilan kokain terbesar di dunia.

Kondisi Ekuador semakin horor setelah pada Selasa (10/1) Presiden Daniel Noboa memerintahkan aparat untuk menetralisir geng narkoba. Perintah disampaikan demi merespons penyanderaan stasiun televisi dan penculikan mahasiswa oleh geng narkoba.

Tentara dengan kendaraan lapis baja berpatroli di pusat bersejarah Ekuador menyusul pecahnya kekerasan usai hilangnya Jose Adolfo Macias, alias 'Fito', pemimpin kelompok kriminal Los Choneros, di Quito, Ekuador, Selasa (9/1/2024). Foto: Karen Toro/REUTERS

Noboa juga telah mengumumkan darurat nasional. Dia mengatakan, situasi itu disebabkan konflik bersenjata internal.

Geng narkoba di Ekuador menyatakan perang terhadap Noboa dan militer usai napi paling berbahaya, yang dikenal sebagai Fito, kabur dari penjara

Sampai Rabu (10/1) sebanyak 10 orang tewas di Ekuador. Polisi mengatakan, kematian terkait rangkaian serangan geng narkoba di kota Guayaquil dan Nobol.

Seorang perempuan berusia 68 tahun yang namanya dirahasiakan mengatakan, kondisi di negaranya begitu mengerikan.

"Ada ketakutan, kalian mesti waspada, waspada kanan kiri," ucap wanita asal Quito tersebut seperti dikutip dari AFP.

Petugas polisi berpatroli di pusat bersejarah Ekuador menyusul pecahnya kekerasan usai hilangnya Jose Adolfo Macias, alias 'Fito', pemimpin kelompok kriminal Los Choneros, di Quito, Ekuador, Selasa (9/1/2024). Foto: Karen Toro/REUTERS

Kondisi di Ekuador kini menjadi perhatian dunia. Uni Eropa mengatakan, aktivitas geng narkoba Ekuador adalah serangan langsung kepada demokrasi dan hukum,

Peru, negara tetangga Ekuador, memperketat penjagaan perbatasan. Sedangkan China menangguhkan operasional kedutaan dan konsulat di Ekuador.