Elektabilitas Prabowo di 5 Survei Menurun, Ini Datanya
ยทwaktu baca 3 menit

Pemilu 2024 kian dekat. Jajak pendapat dari beragam lembaga survei merekam elektabilitas para tokoh yang masuk dalam bursa capres. Ada tiga nama yang selalu menjadi unggulan, yakni Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Di antara ketiga bacapres paling dominan tersebut, Prabowo menjadi tokoh yang elektabilitasnya semakin merosot. Ia pernah menjadi jawara dalam survei 2021, tetapi semakin tak mendominasi setelah Anies Baswedan dideklarasikan sebagai capres 2024 oleh NasDem.
Berikut kumparan rangkum tren elektabilitas Prabowo sepanjang 2021-2022 dalam 5 survei yang berbeda, Jumat (23/12):
Survei Indopol
Dalam survei yang dilakukan Indopol pada kurun waktu 24 Juni-1 Juli 2022 lalu, elektabilitas Prabowo sudah tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Dalam top of mind, elektabilitas Ganjar 17,89 persen, Anies 16,42 persen, dan Prabowo 8,94 persen.
"Dari pertanyaan top of mind yang tanpa diberi nama dan tanpa diberi foto, Ganjar, Anies, dan Prabowo masih berada di tiga level teratas. Cuma temuan menariknya di sini Prabowo mengalami penurunan yang cukup signifikan," kata Ratno, Jumat (15/7).
Dari bulan Januari bahkan November 2021, Prabowo menempati posisi puncak di 15,85 persen. Namun ia langsung mengalami penurunan drastis di bulan Januari 2022 menjadi 8,94 persen.
SMRC
Menurut temuan survei SMRC yang dilakukan pada Desember 2022, Ganjar Pranowo menjadi capres potensial paling unggul dan meraih 26,5 persen suara dalam simulasi terbuka. Kemudian disusul Anies Baswedan dengan perolehan 18,6 persen.
Sementara, Prabowo Subianto yang sebelumnya kerap ada di posisi kedua kini ada di posisi ketiga dengan 16,8 persen.
Charta Politika
Survei Charta Politika teranyar juga menunjukkan tren elektabilitas Prabowo yang kian merosot.
Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, menjabarkan Ganjar Pranowo masih unggul, disusul oleh Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Masing-masing di urutan kedua dan ketiga.
Dilihat dalam tren elektabilitas sejak Desember 2021, ada pergeseran yaitu elektabilitas Prabowo (23%) disalip oleh Anies (23,9%).
"Kita tampilkan 10 nama [dengan elektabilitas tertinggi], masih ada Mas Ganjar dengan elektabilitas 31,7 persen, Anies di peringkat kedua dengan 23,9 persen, dan Prabowo Subianto di angka 23 persen. Jadi peringkat 2 dan 3 masih selisih margin of error," papar Yunarto di rilis daringnya, Kamis (22/12).
Ia menyebut, ada kecenderungan daerah yang dulu dikuasai oleh Pak Prabowo mulai digerogoti oleh Anies.
Indikator
Dalam simulasi tiga nama capres, Ganjar Pranowo menempati peringkat pertama dengan elektabilitas 33,9 persen, lalu disusul dengan Anies Baswedan dengan 32,2 persen. Di peringkat ketiga ada Prabowo Subianto dengan 23,9 persen.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengungkap, Prabowo yang dulu dominan pada awal 2022 kini mengalami penurunan hingga disalip oleh Anies Baswedan.
"Kemudian trennya, pak Prabowo masih dominan dari awal 2022, tapi memasuki 2022 tren pak Prabowo turun. Bahkan di survei terakhir disalip Anies Baswedan," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei virtual, Kamis (1/12).
Poltracking
Elektabilitas bakal capres Anies Baswedan tercatat meningkat cukup signifikan sejak dideklarasikan Oktober 2024. Saat bersamaan, peningkatan Anies menunjukkan kemerosotan Prabowo.
Angkanya dinilai kompetitif. Ganjar Pranowo 32,5 persen, Anies Baswedan 29,1 persen, dan Prabowo Subianto 27,8 persen.
Jika dilihat berdasarkan tren elektabilitas sejak Oktober 2021, Hanta mengungkapkan tren elektabilitas Anies yang mulai menggeser Prabowo. Jika selama ini Anies selalu berada di bawah Prabowo, kini Anies bisa menyalip dan lebih unggul dari Prabowo.
