Emak-emak Protes Damkar Bawa Air Bersih untuk Kadis Medan, Ini Penjelasan Damkar
·waktu baca 3 menit

Beredar video di media sosial yang memperlihatkan aksi protes emak-emak terhadap pemadam kebakaran (damkar). Damkar tersebut diduga melakukan pengisian pasokan air bersih ke rumah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar, di Jalan STM, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, pada Rabu (10/6).
Peristiwa itu terjadi saat sejumlah warga di Kota Medan mengalami krisis air bersih akibat rusaknya mesin penyalur air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan, Wandro Malau, mengatakan bahwa mobil damkar saat itu sedang membantu PDAM Provinsi Sumut terkait kekurangan air bersih di sejumlah Kota Medan.
"Itu kita bantu provinsi, saat itu kita pun ada rekam jejaknya. Kadis Pak Benny tidak ada yang menghubungi kita. Jadi menghubungi PDAM Provinsi Sumut. Pas kita ada di situ, sekitar 5 sampai 7 unit untuk membantu distribusi, karena provinsi kewalahan itu hampir enam kecamatan terdampak," kata Wandro saat dihubungi wartawan, Sabtu (13/6).
Ia menyebutkan, armada menyalurkan pasokan air ke sejumlah wilayah di Kota Medan, bukan hanya di rumah Benny.
"Jadi rupanya dari PDAM provinsi, bawa unit kita ke sana. Cuma memang permintaan juga untuk kita sendiri distribusi air secara menyeluruh. Mungkin yang pertama dapat itu rumah Pak Benny. Mungkin moncong mobil damkar masuk agak ke dalam. Sebenarnya didistribusikan semua dari damkar. Cuma mobil PDAM terbatas, jadi bukan hanya itu fokus kita," ucap Wandro.
Wandro menuturkan, pendistribusian pasokan air bersih tersebut dibagikan ke beberapa Kecamatan Kota Medan yang terdampak perbaikan pipa PDAM.
"Total 7 unit (damkar). Satu untuk Kecamatan Medan Kota, Amplas, Johor, Polonia, Maimun, sebagian Timur sama Tembung berdampak. Ada sekitar tujuh kecamatan. Kita pun minta dari kecamatannya, cuma posisi kejadian PDAM tidak bisa suplai ke sana. Jadi mana yang enggak terback up, kita ke sana," imbuh Wandro.
Menurutnya, posisi mobil damkar agak masuk ke dalam rumah Benny, sehingga masyarakat berpendapat seolah-olah hanya rumah Benny yang mendapatkan pasokan air bersih. Namun, pendistribusian itu sebenarnya dilakukan secara menyeluruh bertahap kepada masyarakat.
"Mungkin salah juga karena posisi mobil agak masuk ke rumahnya Pak Benny, jadi seolah-olah masyarakat memvideokan, ya sudah lah. Tapi kan untuk masyarakat sekitar juga bertahap, karena enggak bisa langsung semua. Dan kemampuan mobil juga 5.000 liter," ucap Wandro.
"Harusnya mobil PDAM ke situ, cuma karena mereka terbatas unit dan entah bergerak ke semua kecamatan, kita support, kita bantu. Itu pun arahan dari Pak Wali Kota minta izin, Pak Wali Kota arahkan untuk bantu masyarakat yang terdampak," pungkasnya.
