Emas Imitasi yang Dipakai Jemaah Haji Makassar Dibeli dari Pasar Tradisional

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bea Cukai Makassar periksa jemaah haji yang viral karena pakai emas 180 gram.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bea Cukai Makassar periksa jemaah haji yang viral karena pakai emas 180 gram. Foto: Dok. Istimewa

PT Pegadaian akhirnya angkat bicara soal emas 180 gram yang dipakai Suarnati Dg Kanang, jemaah haji perempuan asal Kota Makassar yang sempat viral di sosial media.

PT Pegadaian bersama Bea Cukai Makassar telah melakukan pemeriksaan atau uji sampel perhiasan milik Suarnati. Hasilnya, itu bukan emas, melainkan hanyalah kuningan.

"Kami uji dengan menggosok barang itu, memang bukan emas. Kami bandingkan juga dengan emas asli, dan warnanya beda, teksturnya beda. Ini hanya kuningan saja," kata Plt Pimpinan Pegadaian Cabang Pasar Butung, M Rizal kepada wartawan Selasa (11/7).

"Tanpa diuji saja sudah kelihatan itu bukan emas dan lebih ringan," sambungnya.

Rizal membeberkan bahwa emas imitasi ini bukan dibeli dari luar negeri. Melainkan, di pasar tradisional di Makassar.

"Ibu Suarnati ini beli barang hanya di Pasar Butung. Macam-macam harganya, ada 50 ribu dapat 4 gelang," ungkapnya.

kumparan post embed

Diduga karena niat atau nazar Suarnati dari awal ingin terlihat mengenakan perhiasan sepulang dari tanah suci, sehingga dia pun sengaja membawa perhiasan imitasi itu ke Makkah.

"Dia beli di sini bawa ke Arab Saudi nanti pulang haji baru dia pakai," pungkasnya.

Sebelumnya, Suarnati Dg Kanang, jemaah haji perempuan asal Kota Makassar, kloter pertama, menjadi perhatian publik. Sebab, ia berpenampilan glamor setibanya di Indonesia. Dibalut perhiasan emas.

"Iya, sekitar 180 gram emas yang saya pakai ini," kata Suarnati saat ditemui wartawan di Asrama Haji Makassar, Rabu (5/7) sore.

instagram embed

Ia mengaku, jika dari 180 gram emas ini, 80 gram dibawa dari Makassar. Selebihnya itu, 100 gram dibeli di Makkah saat ibadah haji.

"Jadi 100 gram ini (beli) di Makkah, uang Real lewat ATM jadi tidak tahu pastinya, pokoknya per gram harganya sekitar Rp 1,2 juta (kalung sama gelang)," sambungnya.

Emak-emak yang biasa disapa Dg Kanang itu menjelaskan, penampilannya dibalut dengan emas itu sengaja dilakukannya. Ini adalah bagian dari nazarnya.

"Saya sudah bernazar (pakai emas) ini dari awal, belum mendaftar saya sudah nazar," ujarnya.