Emil Dardak: Penyanyi, Bupati Trenggalek, hingga Jadi Cawagub Jatim

Nama Bupati Trenggalek Emil Dardak menjadi sorotan setelah diusung beberapa partai menjadi calon wakil gubernur Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim. Keputusan ini mendapat sorotan publik semata-mata karena Emil adalah kader PDIP. PDIP sendiri di pentas Pilgub Jatim mengusung pasangan Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas.
Nasi sudah menjadi bubur. Toh, Emil sudah mengantongi 'dukungan' setidaknya dari 3 partai pendukung Khofifah, Demokrat, Golkar dan PPP. Terlepas dari kontroversi ini, Emil Dardak dikenal sebagai kepala daerah muda dengan rekam jejak yang lumayan. Meski masih berusia 32 tahun, sepak terjangnya di tak bisa dipandang sebelah mata.
Pada Rabu (22/11), kumparan (kumparan.com) mencoba mencari informasi soal Emil yang diketahui putra mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak. Emil memiliki nama lengkap Emil Elestianto Dardak yang lahir di Jakarta, 20 Mei 1984.

Sejak 17 Februari 2016, Emil menjabat sebagai Bupati Trenggalek, Jawa Timur bersama Mochamad Nur Arifin. Dalam Pilkada serentak Kabupaten Trenggalek, Emil dan Arifin memperoleh suara sebanyak 292.248 suara atau sekitar 76,28 persen.
Sebelum menjabat sebagai Bupati Trenggalek, Emil merupakan eksekutif muda dan juga penyanyi. Cucu dari salah satu kyai Nahdlatul Ulama, H Mochamad Dardak, diketahui pernah menciptakan sebuah lagu berjudul Dialah.
Lagu itu juga pernah ia nyanyikan saat pernikahannya dengan artis Arumi Bachsin pada tanggal 30 Agustus 2013. Pria lulusan Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang, ini pernah juga menjadi World Bank Officer dan Chief Business Development and Communication-Executive Vice President di PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

Dari pernikahannya dengan Arumi Bachsin, Emil dikaruniai dua orang anak yaitu Lakeisha Ariestia Dardak dan Alkeinan Mahsyir Putro Dardak. Emil juga diketahui menguasai dua bahasa yaitu Inggris dan Jepang.
Majunya Emil di Pilgub Jatim sontak membuat semuanya kaget termasuk partai yang menaunginya saat ini yaitu PDIP. Keputusan itu 'memukul' PDIP karena Emil baru menjabat sebagai bupati kurang dari dua tahun.
Ketua DPC PDIP Trenggalek, Doding Rahmadi, membandingkan keputusan kadernya maju Pilgub Jatim itu, dengan Wali Kota Surabaya yang juga didorong maju Pilgub tapi menolak karena alasan menunaikan amanah.
"Membandingkan dengan daerah lain seperti Kota Surabaya, betapa warganya sungguh beruntung karena mendapatkan pemimpin yang berhati baja. Wali kota Tri Rismaharini dengan tegas menolak dicalonkan dalam Pilkada DKI maupun Pilkada Jawa Timur," ucap Doding dikutip dari Antara, Rabu (22/11).
"Risma memilih tetap setia bersama rakyat Kota Surabaya yang memberikan mandat, sekalipun beliau telah banyak melakukan perubahan dan meraih prestasi pemerintahan," imbuhnya.

Padahal, banyak persoalan di Trenggalek yang harus diselesaikan oleh Emil Dardak. Akhir 2015 saat Pilkada digelar, kemiskinan di Trenggalek mencapai 267.274 jiwa. Awal 2016 setelah Emil Dardak dan wakilnya Mochamad Nur Arifin dilantik, angka kemiskinan meningkat menjadi 272.792 jiwa.
"Diperkirakan saat itu, 38 persen penduduk hidup dalam kondisi pas-pasan, karena itu membutuhkan banyak intervensi kebijakan pemerintah. Ini belum termasuk pembenahan infrastruktur, perbaikan ekonomi, pendidikan dan kesehatan, yang menantang kerja keras bagi pasangan pimpinan muda itu," ucap Doding.
Selain Partai Demokrat, surat keputusan juga sudah diberikan Partai Golkar kepada pasangan Khofifah dan Emil. Surat rekomendasi ini diserahkan langsung dari Plt Ketum DPP Golkar Idrus Marham kepada Khofifah dan Emil siang ini.
"Bismillah, DPP Partai Golkar menyerahkan kepada paslon Khofifah sebagai cagub dan Emil Dardak sebagai cawagub. Karena itu, ucapan bismillah, saya serahkan surat keputusan ini ke Mbak Khofifah untuk dipastikan insyaallah ditakdirkan jadi pemimpin Jatim. Ini tanda tangan saya sebagai Plt Ketum," ujar Idrus di markas Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat.
