Empat Awak Kapal AL Kuwait Terluka Terkena Serangan Iran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Peta Iran. Foto: Peter Hermes Furian/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Peta Iran. Foto: Peter Hermes Furian/Shutterstock

Militer Kuwait menyebut ada empat awak kapal Angkatan Lautnya terluka akibat serangan Iran. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (14/7) saat Iran menyerang Selat Hormuz dengan rudal dan drone mereka.

"Agresi Iran ke fasilitas vital atau fasilitas sipil di beberapa titik Kuwait mengakibatkan kerusakan material," kata Juru Bicara Angkatan Bersenjata Kuwait, Kolonel Saud Abdulaziz Al-Atwan, dilansir AFP, Rabu (15/7).

"Salah satu kapal milik AL Kuwait juga jadi target, akibatnya ada empat orang personel terluka," tambah Al-Atwan.

Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas, akibat hubungan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata kedua negara resmi berakhir pada pekan lalu. Meski demikian, Trump masih membuka peluang untuk dilakukannya perundingan baru terkait gencatan senjata.

Di sisi lain, negosiator Iran yang juga Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf, menegaskan negaranya siap menghadapi kemungkinan serangan dari AS.

"Era sepihak sudah berakhir. Sudah kami bilang: tepati janji atau tanggung akibatnya. Kenyataan sedang menghampiri," kata Ghalibaf.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyebut satu-satunya cara untuk memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz adalah dengan menghentikan intervensi AS di kawasan tersebut.

"Kami peringatkan intervensi yang berlanjut dapat memicu insiden besar terhadap sektor minyak dan gas global," kata Garda Revolusi Iran.