Erdogan Geram Masjid Al-Aqsa Diserang: Turki Tidak Akan Tinggal Diam!
·waktu baca 1 menit

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan geram atas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa. Tindak kekerasan di Al-Aqsa masuk hari kedua pada Rabu (5/4).
"Saya mengutuk tindakan keji atas kiblat pertama Muslim atas nama negara dan rakyat, saya menyerukan agar serangan dihentikan sesegera mungkin," ucap Erdogan seperti dikutip dari Al-Jazeera.
"Nama dari tindakan ini adalah represif politik, politik darah, dan politik provokasi. Turki tidak akan diam dan dan bergeming dari fakta serangan ini. Menyakiti Al-Aqsa dan menginjak-injak kesuciannya adalah garis merah bagi kami," sambung dia.
Serangan di Masjid Al-Aqsa mengundang keprihatinan dunia. Liga Arab langsung menggelar pertemuan darurat membahas situasi Al-Aqsa yang memanas.
"Kami menaruh kesalahan seluruhnya pada Pemerintah Israel. Kami akan bekerja secara politik dan diplomatik, untuk mengungkap apa dilakukan Israel," ucap Asisten Sekjen Liga Arab Hossam Zaki.
Kecaman juga disampaikan oleh Pemerintah Indonesia lewat Kemlu. Pemerintah mengutuk keras tindakan Israel.
“Indonesia mengutuk tindak kekerasan aparat keamanan Israel di Masjid Al-Aqsa di bulan suci Ramadhan yang menyebabkan sejumlah jemaah terluka dan penangkapan ratusan lainnya,” bunyi cuitan Kemlu RI.
