Erick Thohir: Apotek, Telemedicine hingga Asuransi Kesehatan Harus Ditingkatkan

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan Indonesia harus mengkonsolidasikan industri manufaktur di bidang kesehatan. Meski ada Kimia Farma dan Indo Farma, namun Indonesia masih punya PR besar karena bahan baku obat-obatan 90% masih impor.
"Manufacturing ini kita gabungkan jadikan satu dan ini yang jadi konsolidasi supaya kita bisa punya yang tadi disampaikan, ketika ekonomi skill yang terjadi harganya bisa kita tekan," kata Erick usai peluncuran vaksin Indovac di Bandung, Kamis (13/10).
Erick kemudian menyoroti distribusi obat yang masih terpisah-pisah. Ia mengatakan, ke depan harus dikonsolidasikan supaya lebih efisien dan jaringannya lebih kuat.
"Tentu juga ritel, di sini kita punya 1.300 apotek yang harus kita terus dorong, perbanyak. Dari pengalaman kemarin ketika ada COVID-19, ketika harga masker mencapai Rp 100.000 kita bisa operasi pasar dengan harga Rp 5.000. Sehingga kita bisa mengintervensi pasar yang pada saat itu mahal," ungkapnya.
Selain apotek, Erick mengatakan pelayanan kesehatan dengan telemedicine perlu ditingkatkan. Demikian pula dengan asuransi kesehatan.
"Terus kita sinergikan, tingkatkan kualitasnya, seperti bagaimana kita intervensi kebutuhan daripada rumah sakit internasional yang nanti insyaallah Bapak [Jokowi] akan munculkan atau resmikan pada tahun 2024, kita [akan] punya rumah sakit cancer yang berkelas dunia. Nah, ini terus kita tingkatkan," ujarnya.
"Belum lagi insurance, antara insurance kesehatan yang kita punyai yaitu mandiri harus menjadi sebuah ekosistem, supaya bisa berkelanjutan supaya service-nya dari awal, menengah, sampai hilir bisa kita dorong," lanjutnya.
Terakhir, Erick mengatakan teknologi kesehatan harus didorong agar ekosistem kesehatan bisa mencapai angkat Rp 94 triliun, yaitu 25% dari pangsa pasar.
"Tetapi dengan kekuatan 25% insyaallah kita bisa mengimbangi. Ekosistem ini yang terus kita dorong di BUMN dan dukungan dari menteri-menteri penting bagi kami. Tidak mungkin kami berhasil tanpa dukungan dari menteri-menteri lain yang bisa mempercepat konsolidasi," pungkasnya.
