Erick Thohir soal Pistol Dirut BUMN Menyalak: Saya Menteri Aja Tidak Bawa Pistol
·waktu baca 2 menit

Menteri BUMN Erick Thohir berkomentar terkait insiden pistol Dirut BUMN menyalak di Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan (Sulsel). Menurutnya seorang Dirut BUMN tak boleh membawa pistol.
"Mestinya ya enggak boleh lah (bawa Dirut BUMN pistol). Iya kalau saya sebagai menteri, ya, tidak membawa pistol. Enggak bawa," kata Erick kepada wartawan, Rabu (19/4).
Erick mengaku belum tahu siapa pemilik pistol itu. Ia juga masih akan mempelajari aturan terkait kepemilikan senjata api tersebut.
"Enggak tahu nanti saya cek (siapa Dirut yang dimaksud)," kata Erick.
"Iya saya harus pelajari dulu (aturannya), belum ada laporan tertulis segala ya," tambahnya
Meski begitu Erick menekankan sebagai pelayan rakyat seharusnya tidak perlu membawa pistol dalam beraktivitas.
"Menterinya aja enggak bawa pistol, masa mau ketemu rakyat bawa pistol, orang kita ketemu rakyat itu harus melayani, masa bawa pistol, kalau pistol air boleh kali buat lucu-lucuan biar segar, tapi enggak boleh masuk mulut nanti batal lagi," pungkasnya.
Insiden pistol milik Dirut BUMN menyalak terjadi pada Senin (17/4) di area konter check-in Citilink Bandara Sultan Hasanuddin.
Awalnya, Dirut BUMN tersebut menyerahkan barang-barangnya termasuk pistol itu ke petugas protokoler bandara berinisial AFA.
Saat AFA memprosesnya, pistol diduga dikokang AFA dan secara tidak sengaja terjatuh dan menyalak. Kala itu AFA hendak mengeluarkan kartu kepemilikan senjata api milik Dirut BUMN tersebut.
Peluru pistol tersebut mengenai meja di konter check-in. Tidak ada orang yang terluka akibat insiden ini.
Sosok Dirut BUMN yang Bawa Pistol
Polisi mengkonfirmasi siapa pemilik pistol yang menyalak tersebut. Dia rupanya Direktur Utama PT Berdikari Harry Warganegara.
"Atas nama Harry Warganegara, Dirut PT Berdikari," kata Kapolsek Kawasan Bandara Sultan Hasanuddin, Iptu Muh. Arsyad, kepada kumparan, Rabu (19/4).
Kapolres Maros, AKBP Awaluddin Amin, mengatakan sura-surat kepemilikan senjata api itu lengkap.
"Senpi meletus, sudah kami lakukan pemeriksaan termasuk dokumennya dan itu semua lengkap," kata Awaluddin.
Petugas Protokoler dapat Teguran
Harry awalnya ikut rombongan Menteri Pertanian RI yang sedang melakukan kunjungan kerja di wilayah Sulsel. Namun ia memilih pulang lebih awal yakni sekitar pukul 07.40 WIB.
Ia menyerahkan barang-barangnya termasuk pistol itu ke petugas protokoler bandara berinisial AFA—yang merupakan protokoler untuk Kementerian Pertanian.
AFA hendak memasukkan pistol itu ke tempat khusus. Namun tiba-tiba pistol jatuh dan AFA tidak sengaja menarik pelatuknya.
Akibat kelalaiannya itu AFA diberikan teguran.
"Petugas protokoler itu lalai dan sudah kami tegur. Untung saja tidak ada korban," kata Awaluddin.
