Erlan Diduga ke Rumah ASN Bangkalan Sebelum Membunuh, Curi Emas 1 Kg-Rp 200 Juta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar sayembara mencari Erlan, terduga pelaku pembunuhan ASN Bangkalan Ruly Yunis Setiawati, yang diunggah di akun TikTok @hellboyjatanraspolda. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar sayembara mencari Erlan, terduga pelaku pembunuhan ASN Bangkalan Ruly Yunis Setiawati, yang diunggah di akun TikTok @hellboyjatanraspolda. Foto: Dok. Istimewa

Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengatakan terduga pelaku pembunuh Ruly Yunis Setiawati, Erlan (54), sempat ke rumah korban di Bangkalan. Kedatangan Erlan ke rumah Ruly itu diduga pada Kamis (18/6).

Ruly merupakan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan. Dia ditemukan tewas dalam mobil dinas pelat merah nopol M 1090 GP di parkiran Bandara Juanda Sidoarjo, Rabu (24/6).

Risang menyampaikan, kedatangan Erlan di rumah Ruly tersebut juga diduga menggasak sejumlah uang serta perhiasan.

Dugaan itu muncul setelah penyidik mencocokkan barang-barang milik korban kepada keluarga. Saat diperiksa, rupanya beberapa harta korban raib.

"Kan penyidik minta keluarga untuk mengenali barang-barang kan. Terus dicocokkanlah dengan barang-barang yang di rumah dari periksa kotaknya, ternyata tinggal sedikit. Banyak yang tidak ada di situ," ujar Risang kepada kumparan, Jumat (7/8).

Setelah dicek bersama, pihak suami dan anak korban menyadari bahwa sebagian besar barang berharga milik Ruly telah hilang dari tempat penyimpanannya di dalam lemari.

"Anaknya mengenali, suaminya mengenali, 'ini enggak ada, ini enggak ada, ini enggak ada' nah itu jumlahnya banyak," ucapnya.

"Perhiasan dan uang. Perhiasan itu banyak. Perhiasan emas kan ada gelang, ada bros, ada cincin. Gelangnya kan besar-besar, cincinnya besar-besar, kalungnya juga besar-besar. Emasnya 1 kilo lebih," tambahnya.

Seorang wanita belum diketahui identitasnya ditemukan tewas di dalam mobil yang terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (24/6/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Selain perhiasan, uang tunai sebesar Rp 200 juta yang rencananya akan digunakan korban untuk membeli rumah juga raib. Risang menduga uang dan emas tersebut dibawa lari oleh Erlan.

"Termasuk ini soal uang, karena takutnya uang itu dimasukkan ke rekening. Jadi uangnya mau beli rumah ada uang tunai Rp 200 juta, rupanya belum beli tapi uangnya tidak ada. Takutnya dimasukkan ke rekening tapi dugaan saya dibawa lari Erlan, teori saya," ujar dia.

Ia mengatakan, indikasi Erlan sempat di rumah korban dari kesaksian para tetangga. Pada hari Kamis, tetangga sempat melihat ada kendaraan yang berhenti sejenak di depan rumah korban sebelum akhirnya pergi kembali.

"Menurut berdasarkan keterangan beberapa tetangga itu sempat melihat ada mobil datang terus pergi lagi sebentar. Mengganti mobil dinas itu. Datang 15 menit mungkin kalau enggak salah terus langsung pergi," jelas Risang.

Saat itu, kata Erlan, warga setempat tidak mencurigai karena mengira sosok yang datang menggunakan mobil tersebut adalah suami korban.

Erlan dan keluarga berharap aparat kepolisian terus memaksimalkan pencarian untuk mengusut kasus ini dan segera menangkap pelaku.

"Harapannya ya walaupun sampai sekarang polisi belum menemukan jejak persembunyiannya Erlan ini kita berharap tidak berhenti berupaya," katanya.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan pihaknya masih mengejar Erlan.

"Masih kejar terus, tim gabungan saat ini masih pantau," ujar Jumhur