Erupsi Gunung Anak Krakatau, Wamendiktisaintek Imbau Kampus Aktifkan Posko Siaga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria membersihkan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dari kaca depan mobilnya di Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). Foto: ADITYA AJI / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria membersihkan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau dari kaca depan mobilnya di Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). Foto: ADITYA AJI / AFP

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengimbau semua perguruan tinggi mengaktifkan posko siaga di lingkungan kampus masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Imbauan tersebut disampaikan Fauzan dalam Konferensi Pers Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau secara daring, Minggu (6/9).

"Kami juga mengimbau kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk mengaktifkan posko siaga di lingkungan masing-masing dan selalu berkoordinasi dengan kepala daerah setempat," kata Fauzan.

Fauzan juga meminta kampus memobilisasi bantuan yang dibutuhkan masyarakat maupun sivitas akademika, khususnya bantuan terkait dampak erupsi.

"Kemudian, kami mengimbau kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk memobilisasi bantuan yang diperlukan oleh masyarakat maupun sivitas akademika, terutama adalah bantuan yang terkait dengan adanya kejadian erupsi ini," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga meminta perguruan tinggi mengerahkan para pakar untuk memantau perkembangan erupsi.

"Kepada pimpinan perguruan tinggi untuk memobilisasi para pakar, baik pakar kesehatan, teknik, lingkungan, kebencanaan, psikologi, dan lain-lain untuk selalu terlibat dan memantau perkembangan erupsi ini," tutur Fauzan.

Sebelumnya diberitakan, Kemendiktisaintek mengimbau perguruan tinggi mengurangi aktivitas di luar kampus. Layanan kantor, pembelajaran, dan aktivitas akademik lainnya dapat dilakukan secara daring maupun hybrid.

Hingga saat ini tidak ada laporan korban maupun kerusakan infrastruktur yang menimpa warga kampus di wilayah terdampak erupsi.