Esai Foto: Gemuruh Bedug dan Dondang di Pundak Generasi Baru

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Di tengah laju kota Bekasi yang terus berkembang, sekelompok warga berkumpul di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya dalam sebuah perayaan gegap gempita namun penuh makna.

Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ratusan orang dari empat kelurahan seperti Mustikajaya, Mustikasari, Padurenan, dan Cimuning, datang membawa semangat kebersamaan. Mereka mengenakan atribut khas budaya Bekasi, bersilaturahmi, dan memperlihatkan kekayaan tradisi yang masih dijaga hingga kini.

Penonton Acara:Sejumlah penonton mendukung acara Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Persiapan Acara:Peserta bersiap mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Festival ini memperlihatkan dua elemen penting dalam budaya Betawi Bekasi: bedug dan dondang. Bedug, dengan suara khasnya yang bergema, mengiringi pawai sepanjang rute. Dondang, sebuah tandu yang dihias dan diisi berbagai makanan tradisional seperti dodol, geplak, tape uli, opor ayam, hingga gabus pucung, menjadi lambang rasa syukur dan kebersamaan.

Persiapan Acara:Peserta bersiap mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Persiapan Acara: Peserta bersiap mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Acara tahunan ini bukan semata hiburan akhir pekan. Ia adalah napas panjang pelestarian budaya lokal yang perlahan mulai kehilangan pijakan, tergerus oleh derasnya arus informasi dan renggangnya keterikatan generasi muda terhadap akar mereka.

Persiapan Acara: Peserta bersiap mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Tradisi seperti ini menjadi pengingat, bahwa budaya tidak cukup hanya dikenang sebagai cerita masa lalu. Ia perlu terus dipraktikkan, dikenalkan kepada generasi muda, dan dihidupkan dalam keseharian.

Gelaran Acara: Seorang petugas keamanan berdiri di pintu masuk Bandara Ben Gurion setelah serangan rudal yang diluncurkan dari Yaman, di Tel Aviv, Israel, Minggu (4/5/2025). Foto: Nir Elias/REUTERS
Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Meski cuaca terik, warga tetap antusias mengikuti rangkaian acara. Melihat begitu luasnya kota bekasi sebagai metropolitan, masih tersisa masyarakat yang tetap menjunjung tinggi nilai budaya di tempat lahirnya.

Penonton Acara: Penonton ikut meramaikan Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dalam festival ini, anak-anak muda menunjukkan bahwa keterlibatan mereka bukan sekadar formalitas. Mereka sadar, menjaga tradisi berarti merawat identitas, sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh tren sesaat atau teknologi canggih.

Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pada akhirnya, budaya bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari kehidupan yang harus terus dirawat bersama. Di tengah dunia yang terus bergerak, tradisi seperti bedug dan dondang adalah cara untuk tetap berpijak, mengingat dari mana kita berasal, dan ke mana kita ingin melangkah.

Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Gelaran Acara: Peserta mengikuti Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Gelaran Acara: Penonton ikut memeriahkan Festival Adu Bedug dan Dondang di di Stadion Mini Natrom Nursyamsu, Mustika Jaya. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan