Esai Foto: Saat Gen Z Nepal Bersuara
ยทwaktu baca 2 menit

Gen Z menjadi motor penggerak demo di Kathmandu, Nepal. Pemblokiran media sosial hingga korupsi yang merajalela menjadi pemicu demo ini.
Sebanyak 51 orang tewas imbas demo yang terjadi sejak Senin (8/9) kemarin. Demo tersebut berhasil menggulingkan kekuasaan PM KP Sharma Oli.
Kendati kekuasaan runtuh rumah Oli, parlemen sampai kantor presiden dibakar massa. Gejolak aksi besar ini dipimpin oleh pemuda-pemuda berusia akhir remaja atau awal tahun 20-an.
Salah satu pekerja restoran, Sabin Tamang mengatakan untuk mengembangkan negara, kita perlu memilih orang-orang yang baik daripada memilih kerabat.
"Kita harus menyerahkan masa depan negara ini kepada seseorang yang memiliki ideologi yang baik dan tidak egois" ujar salah satu pekerja restoran berusia 20 tahun itu.
Dalam demo tersebut mereka menuntut agar diakhirinya korupsi yang telah merajalela.
"Kita berharap negara kita menjadi seperti Denmark, bebas dari korupsi. Kita berharap memilih pemimpin yang baik hati dan pekerja keras yang akan membuat negara kita indah dalam segala aspek" kata Anjani (20), salah satu mahasiswa yang ikut demonstrasi.
Salah satu fotografer lepas berusia 25 tahun, Avash Regmi juga mengatakan politikus korup harus disingkirkan dari parlemen dan pemimpin baru dengan visi yang baik harus ditunjuk.
"Ini merupakan perjuangan melawan korupsi, harapan saya adalah semua sistem akan dikelola dengan baik, Ini adalah harapan saya dari pemerintah baru yang lepas dari pemerintah korup" ujar Regmi.
Dengan gejolak demonstrasi besar ini membuat Nepal mengalami krisis. Nepal sendiri terletak di Pegunungan Himalaya memiliki penduduk sekitar 31 juta dan salah satu negara termiskin di Asia.
