Ethiopia Sebut Ada Kesamaan Tragedi Lion Air dan Ethiopian Airlines

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Reruntuhan sisa kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines ET 302 (10/3), di dekat kota Bishoftu, tenggara Addis Ababa, Ethiopia. Foto: REUTERS/Tiksa Negeri
zoom-in-whitePerbesar
Reruntuhan sisa kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines ET 302 (10/3), di dekat kota Bishoftu, tenggara Addis Ababa, Ethiopia. Foto: REUTERS/Tiksa Negeri

Data awal kotak hitam pesawat Ethiopian Airlines ET 302 mengungkap beberapa fakta baru. Insiden ini ternyata punya kemiripan dengan tragedi Lion Air JT 610 di perairan Karawang pada Oktober 2018 lalu.

Kedua pesawat yang terlibat kecelakaan tersebut memiliki jenis serupa yaitu, Boeing 737 Max 8. Baik peristiwa Ethiopian Airlines maupun Lion Air menyebabkan seluruh penumpang dan awak di dalamnya tewas.

Ethiopian Airlines jatuh pada Minggu (10/3/2019) saat berangkat dari bandara di kota Addis Ababa menuju Nairobi di Kenya.

Pada Minggu (17/3) Menteri Transportasi Ethiopia Dagmawit Moges menyebut, pemeriksaan awal insiden Ethiopian Airlines ET 302 menunjukkan adanya kesamanaan antara tragedi pada Oktober dan Maret lalu ini.

Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air JT-610 yang di temukan di Ujung Karang, Bekasi, Senin (14/1). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Meski menyebut terdapat persamaan, Moges menolak membeberkan di mana letak kesamaannya. Ia beralasan, hal itu hanya akan digunakan untuk penyelidikan selanjutnya.

Kendati menolak membeberkan, Lion Air dan Ethiopian Airlines sama-sama jatuh tak lama setelah lepas landas.

Selain itu, dua pesawat ini juga sempat mengalami penurunan dan kenaikan ketinggian secara tak menentu sebelum akhirnya jatuh.

Spesifikasi Pesawat Boeing 737 Max 8 Foto: Sabryna Putri Muviola

Akibat tragedi menimpa dua pesawat sama jenis ini terjadi dalam rentang waktu 4 bulan, beberapa negara seperti China, Indonesia, dan Ethiopia memutuskan melarang pengoperasian Boeing 737 Max 8.

Menanggapi pernyataan Moges, Direktur Umum Boeing Dennis Muilenburg menyatakan, perusahaan yang dipimpinnya akan mendukung investigasi yang berjalan.

"Kami juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait akan mengevaluasi beberapa temuan baru," kata Muilenburg, seperti dikutip dari CNN, Senin (18/3).

"Perusahaan kami juga akan memfinalisasi pembaruan perangkat lunak," pungkasnya.