Fadli Zon Buka Kans Pemberian Gelar Pahlawan di Hari Kebangkitan Nasional

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) saat menghadiri Konferensi Musik Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kiri) saat menghadiri Konferensi Musik Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka peluang pemberian gelar Pahlawan Nasional tidak hanya dilakukan setiap Hari Pahlawan, tetapi juga bisa diberikan pada momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Hal itu, katanya, karena masih banyak nama-nama yang dibahas untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional.

"Tentu ada nama-nama yang lain. Nah, ini nanti kita akan menjadikan nama-nama yang lain ini mungkin akan dibicarakan kalau bisa ada pemberian gelar pahlawan nasional juga pada Hari Kebangkitan Nasional sehingga proses ini juga bisa terus berlanjut dan kita menghargai para tokoh, para pejuang bangsa yang telah berjasa bagi bangsa dan negara," kata Fadli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (10/11).

Fadli menjelaskan, seluruh nama penerima gelar Pahlawan Nasional merupakan hasil usulan berjenjang dari tingkat daerah hingga pusat.

"Nama-nama ini sebagaimana sudah diketahui adalah nama-nama yang merupakan usulan dari bawah, usulan dari masyarakat yang telah diterima sejak di kabupaten/kota dan kemudian ada tim peneliti dan tim pengkaji gelar di tingkat daerah," jelasnya.

Suasana penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2025 di Istana Negara, Jakarta Pusat,Senin (10/11/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Proses seleksi, lanjut Fadli, dilakukan secara ketat melalui berbagai tahap dan melibatkan banyak pihak, termasuk akademisi, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah.

"Dan setelah juga melalui proses itu, kemudian dari Kementerian Sosial ke Dewan Gelar Tanda Jasa Tanda Kehormatan yang telah menyidangkan ini totalnya ada 49 nama, 40 yang baru, dan 9 nama adalah yang carry over juga dari yang sebelumnya. Dan dari dewan gelar sudah menyeleksi ada 24 yang prioritas, kemudian Presiden telah memilih 10 nama pahlawan ini," pungkasnya.