Fadli Zon: Hari Kebudayaan Ikuti Hari Bhinneka Tunggal Ika, Bukan Ultah Prabowo
·waktu baca 1 menit

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penetapan Hari Kebudayaan Nasional pada 17 Oktober tidak berkaitan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan, penetapan hari itu berkaitan erat dengan lahirnya Bhineka Tunggal Ika.
“Itu sudah berkali-kali saya jawab, bahwa ini bertepatan dengan hari lahirnya Bhineka Tunggal Ika, yang ditandatangani sebagai Peraturan Pemerintah itu tanggal 17 Oktober tahun 1951, pada masa pemerintahan Presiden Sukarno dan Perdana Menteri Sukiman,” kata Fadli saat ditemui di Depok, Jawa Barat, Minggu (3/8).
Ia menegaskan, Bhinneka Tunggal Ika merupakan bagian penting dari konsensus dasar bernegara, dan menjadi pondasi ideologis Indonesia modern bersama tiga pilar lainnya.
“Nah itu sudah berulang kali. Saya kira Bhinneka Tunggal Ika itu sudah menjadi pilar bangsa kita kan. Satu dari empat pilar: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.
Sehingga menurutnya tidak bisa ditarik kesimpulan bahwa pemilihan tanggal ini sengaja disesuaikan dengan hari lahir Prabowo Subianto.
“Dan Bhinneka Tunggal Ika itu adalah satu pencapaian tertinggi kalau kita lihat dalam simbol penyatuan bangsa Indonesia ini,” tuturnya.
