Fadli Zon Kritik Janji Jokowi yang Belum Terealisasi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fadli Zon (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Fadli Zon (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali melontarkan kritik tajam kepada Pemerintahan Jokowi-JK. Menjelang berakhirnya masa pemerintahan Jokowi-JK, menurut dia, masih banyak janji-janji yang belum direalisasikan.

Fadli mencontohkan janji Jokowi mengenai mobil nasional Esemka hingga janji buyback Indosat.

"Ya kalau Esemka masih kita tunggu kan, kapan sih Esemkanya mau dikeluarkan? Ini sebentar lagi selesai masa jabatan," ujar Fadli di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (24/1).

Selain itu, janji Jokowi lainnya yang belum terealisasi adalah perbaikan kinerja Pertamina agar bisa menyaingi Petronas, salah satu perusahaan minyak milik Malaysia. Fadli juga menagih janji Jokowi mengenai opsi membeli kembali saham Indosat yang pernah dijual oleh Megawati Soekarnoputri kepada Qatar ketika menjadi presiden.

"Tentu orang biasa untuk menagih janji-janji Pak Jokowi juga. Misalnya membuat Pertamina lebih hebat dari Petronas, sekarang ini sampai di mana? Mau buyback Indosat ini mau kapan tuh," singgungnya.

Presiden Joko Widodo (Foto: REUTERS/Darren Whiteside)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (Foto: REUTERS/Darren Whiteside)

Fadli mengatakan pemerintah akan sulit merealisasikan janji "Buy Back" Indosat. Sebab, ketika berkunjung ke Qatar, Fadli melihat bisnis Indosat semakin berkembang. Oleh karena itu, ia tak yakin, pihak Qatar mau melepas Indosat kembali ke Indonesia.

"Saya baru dari Qatar. Setahu saya Ooredoo makin kuat dan Qatar duitnya banyak banget. Mana mau dia di-'buyback'. Itu bagaimana caranya?" tuturnya.

Fadli juga menyarankan agar Jokowi segera memenuhi semua janji-janji politiknya, karena tidak lama lagi pemerintahan akan berakhir.

"Saya kira wajar kalau ditagih karena kan janji namanya janji kan utang, utang kan harus ditagih," pungkasnya.

Sebelumnya pada debat capres tahun 2014, Joko Widodo berjanji akan membeli saham Indosat atau yang sering dikenal dengan istilah buyback Indosat dengan harga yang wajar.

Indosat saat ini dikuasai perusahaan asal Qatar, Ooredoo Asia Pte Ltd, dengan kepemilikan saham sebesar 65 persen, pemerintah Republik Indonesia 14,29 persen, perusahaan Amerika Serikat Skagen sebesar 5,42 persen, selebihnya 15,29 persen dimiliki publik.