Fadli Zon: Prabowo Minta Desa Adat Sade Dipulihkan Pasca Terbakar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sambutan dan doorstop Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada acara Tapak Tilas Proklamasi di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta, Minggu (16/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sambutan dan doorstop Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada acara Tapak Tilas Proklamasi di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta, Minggu (16/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Presiden Prabowo Subianto meminta agar Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB) segera dipulihkan. Desa tersebut sebelumnya ludes terbakar.

“Iya, arahannya (Prabowo) ya kita akan pulihkan kembali, kita akan revitalisasi. Ini sedang dirancang, saya juga bicara dengan Gubernur juga,” kata Fadli Zon di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/8).

Berdasarkan laporan yang diterimanya, setidaknya ada 75 bangunan adat yang terdampak. Selain itu, ada juga fasilitas umum lainnya seperti kios-kios dan masjid yang terdampak.

“Sedang disusun perencanaannya dan memang harus segera kita bangun kembali revitalisasi dari Desa Adat Sade ini,” ujar dia.

Warga membersihkan puing sisa kebakaran rumahnya di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (24/8/2026). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO

Terbakarnya Desa Adat Sade ini, menurut dia, tak lepas dari adanya fenomena El Nino.

"Ada percikan sedikit atau ada korsleting dan lain-lain itu mudah terbakar apalagi bahan-bahan materialnya itu dari kayu, jerami kadang-kadang atau alang-alang. Ini kita alami juga pernah di desa adat di NTT dan juga di berbagai tempat lain,” ungkapnya.

“Ini tantangan ke depan saya kira mungkin harus dilengkapi dengan pemadam kebakaran, instalasi pemadam kebakaran dan seterusnya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata untuk pemulihan dari Desa Adat Sade.

“Tentu, tentu, karena kan pada ujungnya di hilirnya yang kita harapkan ini menjadi semacam destinasi wisata, wisata budaya. Dan wisata budaya ini sekarang sedang tren lah, bahkan bisa mengimbangi wisata alam ya,” jelas dia.