Fadli Zon soal Menag Bandingkan Azan dan Suara Anjing: Cari Masalah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fadli Zon klaim bukti PKI dalang G30S. Foto: Youtube: Fadli Zon Official
zoom-in-whitePerbesar
Fadli Zon klaim bukti PKI dalang G30S. Foto: Youtube: Fadli Zon Official

Menag Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan aturan terkait pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid. Aturan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

Meski aturan tersebut mendapatkan dukungan sejumlah ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah hingga Dewan Masjid Indonesia (DMI), pernyataan Gus Yaqut yang membandingkan volume suara masjid dan gonggongan anjing mendapatkan kritik dari banyak pihak.

Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, menyebut pernyataan Gus Yaqut mencari masalah dan menimbulkan kegaduhan. Ia bahkan menyoroti kinerja Kemenag yang menurutnya tidak bisa mengurus haji dan umrah.

"Pejabat ini cari-cari masalah yang menimbulkan kegaduhan. Sementara urus yang besar seperti haji dan umrah tak becus," kata Fadli melalui akun Twitternya, Kamis (24/2).

kumparan post embed

Fadli juga menyayangkan perbandingan yang dilakukan Gus Yaqut. Ia menyebut diksi dan metafor yang disampaikan Gus Yaqut tak terkontrol.

"Diksi dan metafornya tak terkontrol, apalagi seolah membandingkan adzan atau pengajian dengan suara gonggongan anjing. Astagfirullah," pungkasnya.

Sebelumnya, Gus Yaqut mengatakan Kemenag tidak melarang penggunaan pengeras suara di tempat ibadah dengan dikeluarkannya aturan tersebut. Menurutnya, SE tersebut dapat meningkatkan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengungkapkan sebagai negara mayoritas muslim, setiap 100 meter ada masjid atau musala. Sehingga kalau dinyalakan secara bersamaan akan menciptakan gangguan. Ia pun mengumpamakan jika tinggal di wilayah yang banyak memelihara anjing dan anjing tersebut mengeluarkan suara keras secara bersamaan tentu akan mengganggu.

“Paling sederhana lagi, kalau kita hidup di kompleks kiri kanan depan belakang melihara anjing semua dan dalam waktu bersamaan kita terganggu tidak?” kata Gus Yaqut di Riau, Rabu (23/2).