Fadli Zon: Soeharto Penuhi Syarat Buat Terima Gelar Pahlawan Nasional

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (5/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (5/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Presiden ke-2 RI, Soeharto, memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Saat ini, pemerintah melalui tim Dewan Gelar Tanda Kehormatan (GTK) tengah mengkaji sejumlah nama yang diusulkan menerima gelar tersebut.

“Untuk nama-nama itu memang semuanya seperti saya bilang itu memenuhi syarat ya, termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan,” kata Fadli kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/11).

Presiden kedua RI, Soeharto. Foto: Reuters

Nama Soeharto masuk dalam daftar 40 tokoh yang diusulkan menjadi pahlawan nasional. Usulan itu menuai kritik karena Soeharto dinilai bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran HAM berat saat runtuhnya rezim Orde Baru.

Menanggapi hal itu, Fadli menegaskan tuduhan terhadap Soeharto tidak pernah terbukti.

“Enggak pernah ada buktinya kan, enggak pernah terbukti. Pelaku genosida apa? Enggak ada. Saya kira enggak ada itu (genosida),” tutur politisi Gerindra tersebut.

“Apa faktanya apa? Ada yang berani menyatakan fakta? Mana buktinya? Kan kita bicara sejarah dan fakta dan data gitu. Ada enggak? Enggak ada kan? Saya kira itu,” lanjutnya.

Jenderal Soeharto yang baru saja diangkat menjadi Presiden Indonesia oleh Jenderal Nasution (Presiden Kongres Rakyat), di Jakarta 19 Maret 1967. Foto: AFP

Fadli menjelaskan, Soeharto dinilai berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, salah satunya dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

“Itu kan menandakan Pak Harto sebagai komandan pertempuran Serangan Umum 1 Maret punya jasa di dalam kemerdekaan, perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, Fadli menyinggung peran Soeharto dalam Operasi Irian Barat sebagai bagian dari pertimbangan.

“Jadi memenuhi syarat dari bawah, dari beberapa layer itu sudah memenuhi syarat. Enggak ada masalah dan itu datangnya dari masyarakat juga,” pungkasnya.