Fahira Idris Tanggapi Laporan Muannas Soal Virus Corona: Hoaksnya di Mana?

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Anggota DPD Jakarta Fahira Idris di Mapolda Metro Jaya Foto: Raga Imam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anggota DPD Jakarta Fahira Idris di Mapolda Metro Jaya Foto: Raga Imam/kumparan

Anggota DPD Fahira Idris menanggapi laporan polisi terkait cuitannya soal virus corona. Fahira dilaporkan Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid.

Fahira mempertanyakan laporan Muannas soal cuitannya. Fahira menyebut Muannas kerap melaporkan tokoh yang sering mengkritik kebijakan pemerintah ke polisi.

"Letak hoaksnya di mana? Saya tidak menambahkan atau mengurangi informasi dari media online tersebut. Yang dimaksud 'dalam pengawasan' tidak lain adalah 'suspect' dan tidak berarti 'positif terinfeksi virus corona COVID-19'," jelas Fahira, Senin (2/3).

Fahira menyebut cuitan dia soal virus corona hanya mengutip dari media online tribunnews. Lagipula, yang disampaikan di berita itu memang terdapat 136 pasien dalam pengawasan corona yang sekali lagi adalah suspek.

"Tidak ada satupun kalimat baik oleh media tersebut ataupun dari saya yang mengatakan bahwa sudah ada pasien positif corona di Indonesia. Tetapi oleh mereka ‘digoreng’ bahwa saya menginformasikan bahwa sudah ada kasus corona di Indonesia, dan sekarang mau dilaporkan polisi. Kan aneh. Ya silahkan saya, saya akan hadapi. Saya juga berencana melaporkan balik pihak-pihak yang menuduh saya telah membuat dan menyebar hoaks," beber dia.

collection embed figure

Menurut Fahira, jika memang berita yang disampaikan media online tersebut hoaks, kenapa hanya dirinya yang dilaporkan, tetapi media online yang bersangkutan tidak. Ini karena apa yang disampaikan media tersebut sudah meminta penjelasan dari Kemenkes bahwa memang terdapat pasien yang dalam pengawasan corona yang sekali lagi adalah suspect.

“Anehnya, kalau mereka yakin informasi itu hoaks, kenapa yang dijadikan obyek pelaporan cuma saya, bukan media yang bersangkutan. Makanya saya tanya kembali di mana letak hoaksnya? Saya menghapus postingan pertama karena media tersebut meralat judulnya," tegas dia.

Anggota DPD RI Fahira Idris mendatangi Mapolda Metro Jaya, Senin (4/11). Foto: Raga Imam/kumparan

"Mungkin agar publik tidak salah paham. Makanya saya ganti dengan berita dengan judul yang baru. Bagi saya, tribunnews itu media besar dan terpercaya, beritanya hasil produk jurnalistik yang dilindungi undang-undang, makanya saya teruskan berita mereka, sebagai salah satu tugas saya sebagai anggota dewan melakukan pengawasan terhadap penanggulan virus corona dan meningkatkan kewaspadaan warga,” jelas Fahira.

Fahira mengungkapkan, walau coba dibungkam dengan dituduh menyebar hoaks terkait corona, dirinya akan terus memberi masukan, saran, dan kritik kepada pemerintah untuk mengerahkan semua sumber daya terutama anggaran untuk menghalau virus corona agar tidak menyebar di Indonesia.

Beberapa hari ini, Fahira memang mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai lebih berfokus mencari celah ekonomi di tengah kekhawatiran dunia akan pandemi Virus Corona COVID-19. Salah satunya adalah memprioritaskan guyuran anggaran promosi wisata agar wisman yang batal mengunjungi China, Korea atau Jepang (negara yang sudah terinfeksi virus corona) datang ke Indonesia.

“Saya disumpah untuk melalukan pengawasan dan saya akan terus lakukan terutama pengawasan terkait kebijakan pemerintah dalam menghalau virus corona. Saya akan terus kritisi kebijakan stimulus pariwisata dan influencer untuk promosi wisata. Fokus kita saat ini harusnya bukan keluarkan anggaran agar turis datang ke Indonesia, tetapi menyiapkan segala sesuatu baik itu hal yang substansi mulai anggaran, menajemen krisis, penyiapan alat pemeriksaan virus, kesiapan fasilitas kesehatan, sampai yang teknis misalnya saja mengantisipasi kelangkaan masker,” pungkas Fahira.