Fahri Hamzah: Bukan Cuma Saracen, Semua Penyebar Hoax itu Kriminal

Ditangkapnya kelompok Saracen yang bekerja secara profesional menyebarkan berita hoax, fitnah dan mengadu domba, mendapat reaksi keras dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Menurutnya, aparat penegak hukum harus memfokuskan kepada substansi penyebaran hoax yang meresahkan, bukan hanya mengincar salah satu pihak saja.
“Substansinya bahwa hoax itu semuanya kriminal, baik hoax yang menyerang pemerintah maupun hoax yang tidak menyerang pemerintah,” ujar Fahri Hamzah di Komplek Parlemen, Senaya, Jakarta, Jumat (28/8).
Hoax, kata Fahri, adalah tindakan kriminal menyebarkan berita bohong serta membuat tercemarnya nama baik seseorang. Dan hal tersebut sangat berpotensi dilakukan oleh banyak pihak. Sehingga pihak aparat penegak hukum harus mengembangkan temuan penggunaan cara-cara illegal seperti menggunakan jasa kelompok Saracen itu kepada seluruh pihak.
“Pencemaran nama baik itu delik-deliknya banyak. Maka kemudian kita harus mengembangkan sikap tentang hoax ini yang adil kepada semuanya. Jadi jangan hoaxnya itu sepihak gitu loh, karena itu bagaimanapun kan ada para pihak di dalam pertarungan ini semua yang ilegal harus dikejar,” tegasnya.
Fahri mencontohkan seperti pada ketika pertarungan Pilpres 2014 ketika banyak meme yang mengedit foto Prabowo Subianto seperti Adolf Hitler salah satu pemimpin fasis Jerman. Sehingga seolah-olah Prabowo digambarkan seperti seorang diktator dan hal itu menurut Fahri adalah pekerjaan dari kelompok-kelompok yang serupa dengan Kelompok Saracen.
"Orang bisa menagih keadilan, kalau tidak ini nanti jadi sepihak. Keadilan enggak bisa ditata lagi. Ada yang menghajar Pak Prabowo dibikin pakai baju Hitler ada kumis kecil, dia bilang ini calon pemimpin fasis, diktator gitu. Kenapa itu enggak jadi Saracen? Itu jahat loh, harusnya itu ditangkep juga," kata Fahri.
"Jadi keadilan itu harus tegak bagi pemerintah dan juga bagi rakyat umum," pungkasnya.
Reporter: Ferio Pristiawan
