Fahri Hamzah: Jokowi Marah Besar di Istana, Masa Enggak Ada yang Follow Up?

kumparanNEWSverified-green

Fahri Hamzah saat peluncuran buku di Pressroom DPR, Jakarta, Jumat (27/9/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fahri Hamzah saat peluncuran buku di Pressroom DPR, Jakarta, Jumat (27/9/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Sikap Presiden Jokowi yang marah dalam sidang kabinet tanggal 18 Juni lalu, karena kecewa dengan kinerja menteri menghadapi pandemi corona, memicu reaksi beragam. Eks Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mempertanyakan tindak lanjut peristiwa marah-marah tersebut.

"Pertanyaan Senin: Marah besar Presiden Jokowi 11 hari lalu di Istana Negara di depan para pejabat negara, siapa yang harus menanggapi ya? Kan marahnya serius masak enggak ada follow up? Ada yang tahu?" ucap Fahri dalam Twitternya, dikutip Senin (29/6).

Rapat terbatas saat Jokowi marah tersebut dihadiri oleh seluruh anggota kabinet termasuk Kapolri, Panglima TNI, Ketua OJK, Gubernur BI, Kepala Gugus Tugas Penanganan Corona, dan lainnya.

kumparan post embed

"Apakah kemarahan presiden mewakili perasaanmu dinda?" kelakar salah satu pendiri dan Waketum Partai Gelora itu.

Eks politikus PKS itu lalu mempertanyakan motif di balik publikasi video Jokowi marah-marah, yang kejadiannya 18 Juni tapi baru dirilis Minggu (28/6) sore.

"Presiden marah 18 Juni 2020. Terdengar marah 28 juni 2020. Jarak marah-terdengar 10 hari. Apa yang terjadi?" tanya Fahri.

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait antisipasi mudik Lebaran melalui telekonferensi bersama jajaran terkait dari Istana Kepresidenan Bogor. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Soal ini, Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden RI, Bey Triadi Machmudin, mengatakan, awalnya Sidang Kabinet Paripurna itu bersifat intern alias tidak untuk konsumsi publik. Namun belakangan pernyataan Jokowi dinilai patut dipublikasi.

"Setelah kami pelajari pernyataan Presiden, banyak hal yang baik dan bagus untuk diketahui publik, sehingga kami meminta izin kepada Bapak Presiden untuk mempublikasikannya. Makanya baru dipublish hari ini," kata Bey kepada kumparan.

--------------------------

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Saksikan video menarik di bawah ini: